Temu Teknologi Pertanian sebagai Penyemangat PEDA KTNA IX Kalimantan Barat

Kategori Induk: Berita Dilihat: 1064

Rangkaian demi rangkaian kegiatan dalam rangka PEDA KTNA IX tingkat provinsi Kalimantan Barat, semakin beragam. Salah satunya adalah diadakannya kegiatan Temu Teknologi pertanian (30/4/2013) di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bengkayang.  Temu Teknologi dipimpin oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Ir. Djiyanto, MM. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah para perwakilan kontingen KTNA dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Hadir pula para pejabat dari Dinas instansi terkait dibidang pertanian dan peternakan. Temu teknologi merupakan wahana atau forum pertemuan antara peneliti, penyuluh pertanian, pelaku agribisnis dan kontak tani dalam pengembangan teknologi. Temu teknologi mencakup : a) Temu informasi teknologi, b) Temu aplikasi paket teknologi, c) Gelar teknologi dan d) Temu Lapang.

Dalam Temu Teknologi ini, Ir. Djiyanto, MM menyampaikan bahwa BPTP Kalbar dengan berbagai macam teknologi  pertanian dari Badan Litbang, selama ini telah melakukan berbagai pendampingan dalam mengawal Program strategis Kementerian Pertanian. Program strategis tersebut adalah : 1) Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi, Jagung dan Kedelai, 2) Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), 3) Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK), 4) Gerakan Nasional (Gernas) Kakao, dan 5) Kawasan Hortikultura. Beliau juga  mengatakan bahwa melalui Pendampingan SL-PTT Padi, Jagung dan Kedelai, serta M-KRPL telah menjadikan BPTP sebagai mitra kerja yang baik bagi pihak pemerintah daerah kabupaten dalam memajukan pertanian khususnya pertanian tanaman pangan di Kalimantan Barat.

Bentuk pendampingan SL-PTT yang dilakukan oleh BPTP Kalbar, berupa : a) Participatory Rural Apraisal (PRA), b) Display Varietas Unggul Baru (VUB) di luar Laboratorium Lapangan (LL) dengan luasan 0,25 ha/unit, c) sebagai nara sumber, d) pertemuan/pelatihan, e) penentuan dosis pupuk berimbang dengan menggunakan PUTS/PUTR/PUTK, f) Temu Lapang dan g) Materi diseminasi.  Sedangkan  pendampingan M-KRPL lebih difokuskan pada kegiatan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT)  dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang ramah lingkungan, sesuai dengan Tujuan dari M-KRPL yaitu untuk meningkatkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan meningkatkan pola pangan harapan (PPH). Substansi dari M-KRPL itu sendiri adalah : 1) Kemandirian pangan rumah tangga (kemampuan kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi protein nabati dan hewani sehari-hari untuk keluarganya). 2) Diversifikasi pangan lokal  (upaya penenganekaragaman konsumsi pangan non beras melalui inovasi teknologi budidaya dan proses pengolahan pasca panen) dan  3)  Kebun Bibit Desa (KBD) dengan maksud untuk mempermudah akses bibit/ benih yang harus dikelola secara baik di setiap Kawasan Rumah Pangan, agar Lestari.

Diharapkan dengan adanya Program SL-PTT dan M-KRPL ini terjadi peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai sehingga swasembada pangan dan kemandirian pangan dalam negeri dapat terwujud. BPTP Kalbar, sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di bidang teknologi dan pengembangan pertanian, harus terus berupaya menciptakan teknologi baru yang spesifik lokasi. Melalui Temu Teknologi, BPTP dapat menyampaikan teknologi unggulan yang bisa digunakan para stakeholder, pelaku utama dan pelaku usaha sehingga dapat diterapkan sesuai rekomendasi, demi kemajuan pertanian di Kalimantan Barat.