RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI PERKEMBANGAN PROGRAM PUAP KOTA SINGKAWANG

Kategori Induk: Berita Dilihat: 2371

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya Tanggal 17 April 2013 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Perkembangan Program PUAP Tahun 2010-2012 bertempat di Aula Gedung PKK Kota Singkawang. Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Kehutanan selaku Tim Teknis Program PUAP di Kota Singkawang, didampingi oleh Tim PUAP BPTP Kalbar selaku Sekretariat PUAP Provinsi. Turut hadir pula Perwakilan Badan Penyuluhan, Kabid. PLA Dinas Tanaman Pangan dan Kehutanan, Kabid. Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Camat, Lurah, Penyuluh, Petugas Penyelia Mitra Tani (PMT), serta Pengurus gapoktan penerima PUAP yang ada di Kota Singkawang.

Pada acara Pembukaan rapat,  Ir. Agus Priyatno (Kadistanhut Kota Singkawang) mengatakan bahwa perjuangan Tim Teknis untuk mendapatkan dana PUAP bagi gapoktan di wilayah Kota Singkawang, amatlah berat. Seyogyanya PUAP ini diberikan pada wilayah Perdesaan, sedangkan menurut pemerintah pusat Kota Singkawang adalah daerah perkotaan yang tidak mempunyai desa-desa, sehingga Program PUAP tidak bisa diperuntukkan bagi wilayah Kota Singkawang. Tetapi, kenyataannya di Kota Singkawang terdapat kelurahan-kelurahan yang didalamnya terdapat gapoktan-gapoktan yang juga mengharapkan bantuan dana PUAP.

Akhirnya, dengan berbagai argumen dan alasan serta pengajuan proposal yang diajukan ke pusat (Kementerian Pertanian), maka Kota Singkawang bisa mendapatkan dana bantuan Program PUAP ini. Untuk itu diharapkan para anggota gapoktan penerima dana PUAP di Kota Singkawang agar dapat memanfaatkan dana PUAP dengan sebaik-baiknya, sehingga perjuangan Tim teknis Kota Singkawang di tingkat pusat tidaklah sia-sia. Perlu diingat pula bahwa Program PUAP ini diawasi langsung oleh unit kepresidenan yaitu UKP4. Jadi berhati-hatilah dalam memanfaatkan dana PUAP. Laksanakan PUAP sesuai dengan prosedur, maka tidak akan ada masalah berarti yang timbul ”, ujar Agus Priyatno.

Program PUAP di Kota Singkawang dimulai Tahun 2010 sebanyak 10 gapoktan penerima. Hingga 2012 Gapoktan penerima PUAP sudah berjumlah 22 gapoktan dari 26 kelurahan yang ada, masih tersisa 4 (empat) kelurahan yang tidak menerima dana PUAP dikarenakan pada 4 (empat) kelurahan tersebut belum terbentuk gapoktan. Masing-masing gapoktan menerima dana sebesar Rp. 100.000.000,-. Perkembangan dana PUAP dari awal penerimaan sampai dengan Desember 2012 sudah mencapai Rp. 2.247.909.000,-  dari dana sebesar Rp. 2.200.000.000,- sehingga selama 2 (dua) tahun penerimaan dana PUAP terjadi kenaikan perkembangan dana sebesar Rp. 47.909.000,-. Dana PUAP tersebut dimanfaatkan untuk komoditas tanaman pangan (padi dan jagung) sebanyak 63%, hortikultura (jeruk dan sayur-sayuran) 7%, peternakan (penggemukan sapi, kelinci, ayam petelur dan babi) 4% dan off farm nya : aneka kripik, aneka selai, abon, sosis dan nugget sebanyak 26%.

Berdasarkan kunjungan Kepala BPTP Kalbar (Ir. Djiyanto, MM) beberapa bulan yang lalu ke Gapoktan penerima PUAP di Kota Singkawang, dari 22 gapoktan penerima PUAP salah satunya adalah Gapoktan Teladan dimana Ketuanya sudah pernah berjabat tangan dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara Jakarta. Pak Djiyanto mengatakan : ” Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua, bukan hanya bagi gapoktan saja. Contoh positif yang harus ditiru oleh gapoktan yang lain, walikota saja belum tentu bisa berjabat tangan dengan orang no. 1 di Indonesia....”.  Gapoktan yang sangat beruntung itu bernama ” Kita Bersatu ” di Kelurahan Setapuk Besar Kec. Singkawang Utara. Gapoktan dibawah pimpinan H. Rusmadi. S ini terbentuk pada Tanggal 17 Desember 2007 dan dikukuhkan kembali Tanggal 15 Desember 2010. Jumlah anggota sebanyak 400 orang. Kegiatan yang dilakukan oleh gapoktan ” Kita Bersatu ” meliputi : 1)  Menghimpun Modal Swadaya, 2) Simpan Pinjam PUAP, 3) Penambahan anggota, 4) Pertemuan rutin bulanan, 5) Penguatan kelembagaan, 6) Pengembangan SDM, dan 7) Menjalin kemitraan.  Direncanakan pada bulan Mei 2013 gapoktan ” Kita Bersatu ” akan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (L-KMA).

Pada akhir acara, diadakan diskusi yang dipimpin oleh Ir. Gunawan selaku Kabid. PLA Distanak Kota Singkawang. Dalam diskusi ini, Pak Syahrial (Gapoktan Gisela) menanyakan : ”apakah dana PUAP bisa digunakan untuk pembelian sapi, terkait beberapa bulan ke depan ini untuk mencukupi kebutuhan daging sapi untuk Idul Fitri dan Idul Adha”. Sedangkan Pak Nuryadi (Gapoktan Sanggau Kulor) menanyakan :”apakah dana PUAP bisa seluruhnya dimodalkan untuk simpan pinjam seperti sistem koperasi simpan pinjam (CU)”.

Adapun Pak Jayadi (Gapoktan Surya Tani) menanyakan tentang pemanfaatan dana PUAP pertama pencairan, ”apakah bisa digunakan seluruhnya untuk usaha pengolahan hasil pertanian”. Semua pertanyaan dijawab secara lugas dan tegas oleh Sri Sunardi, SST selaku pelaksana kegiatan kesekretariatan PUAP BPTP Kalbar. Tentang pemanfaatan PUAP untuk pembelian ternak sapi, Sri Sunardi mengatakan : ”Itu tidak boleh dilakukan karena akan menyedot habis seluruh dana PUAP. Lagipula harga ternak sapi per ekornya termasuk tinggi, untuk dana 100 juta hanya bisa dibelikan beberapa ekor sapi, padahal anggota gapoktan PUAP itu kan jumlahnya banyak, bisa ratusan sehingga tidak ada pemerataan bagi anggota. Meskipun kesepakatan anggota, pemeliharaan ternak sapi adalah untuk kelompok, tetap saja dana PUAP tidak boleh digunakan untuk pembelian ternak sapi, itu sudah aturan”.

”Tentang pemanfaatan untuk simpan pinjam seperti di koperasi (CU) itu bisa saja dilakukan, jika simpan pinjam sudah berkembang nantinya akan mengarah pada L-KMA. Untuk lebih jelasnya, pengurus gapoktan bisa berkoordinasi langsung dengan Disperindagkop Kota Singkawang, bisa menghubungi Kepala Bidang Koperasi (Nurfuadi) yang kebetulan hadir dalam acara ini”, ujar Pak Agus Priyatno. Pemanfaatan dana PUAP sangat boleh digunakan untuk usaha pengolahan hasil, terutama pengolahan hasil pertanian. Jadi anggota tidak hanya melakukan budidaya saja, akan lebih baik jika usaha tani anggota gapoktan sampai pada tahap pengolahan hasil. Satu hal yang perlu ditekankan dan diingat oleh kita semua bahwa : ”janganlah kita tertipu oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan pejabat dan lain-lain, untuk melakukan pemotongan pencairan dana PUAP atau semacamnya. Lebih berhati-hati dengan uang yang sudah dicairkan dari Bank, karena sudah ada kejadian yang dialami gapoktan di Kalbar ini, mereka dirampok setelah keluar dari bank sewaktu mencairkan dana PUAP”, kata Pak Agus.Acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Perkembangan PUAP di Kota Singkawang diakhiri dengan makan siang bersama. (LYA)