JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TEMU KARYA DALAM RANGKA PEDA KTNA IX DI BUMI SEBALO BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT

Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) digelar kembali untuk yang ke IX kalinya. Berbagai macam acara dimeriahkan oleh para kontingen KTNA se Kalbar, juga para pendamping dari dinas instansi terkait, baik dinas instansi provinsi maupun kabupaten/kota. Ada acara rembug madya, pameran, dan berbagai macam acara temu-temuan. Salah satunya adalah Temu Karya. Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 52/Permentan/OT. 140/12/2009 tentang Metode Penyuluhan Pertanian, yang dimaksud Temu Karya adalah pertemuan antar pelaku utama (petani/keluarganya) untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta belajar atau saling mengajarkan sesuatu pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan. Bentuk kegiatannya merupakan ungkapan pengalaman seseorang yang telah berhasil menerapkan suatu teknologi baru dibidang usaha taninya. Definisi yang lain tentang Temu Karya adalah : pertemuan sesama pelaku utama dan pelaku usaha untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan gagasan dalam kegiatan usaha tani.

Temu Karya yang diadakan dalam kegiatan PEDA KTNA IX di Bumi Sebalo Bengkayang Kalimantan Barat bertujuan untuk mempertemukan dan menampilkan hasil karya dari perwakilan KTNA 14 Kabupaten/Kota.  Para peserta temu karya dapat saling tukar menukar informasi dan karya mereka, sehingga sepulangnya dari PEDA  diharapkan karya-karya yang dipertunjukkan dan ditampilkan dapat diterapkan di daerah masing-masing.  Temu karya dilaksanakan pada Tanggal 30 April 2013 bertempat di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Bengkayang. Peserta yang hadir adalah perwakilan dari 8 (delapan) kabupaten yaitu : Kabupaten Bengkayang, Sambas, Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Sintang, Ketapang, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam Temu Karya diadakan lomba beraneka ragam karya berupa teknologi dan peralatan dari masing-masing perwakilan kabupaten. Dewan juri untuk lomba dalam Temu Karya ini berasal dari Tim BPTP Kalbar yang diketuai oleh Ir. Djiyanto, MM. Selaku Ketua Dewan juri, Pak Djiyanto mengatakan bahwa “ atas permintaan panitia penyelenggara PEDA, para dewan juri sengaja diminta dari BPTP Kalbar sebagai tim independen, karena pada lomba temu karya tahun-tahun sebelumnya dewan juri berasal dari tim kabupaten, dikhawatirkan dewan juri ada yang mengenal dan kenal dengan baik para peserta, sehingga dikhawatirkan penilaian bersifat subjektif. Dewan juri dari BPTP juga mempunyai background pendidikan yang beraneka ragam, sehingga penilaian terhadap karya dan materi sangatlah berbobot. Dewan juri ini terdiri dari Ir. Rusli Burhansyah, M. Si (S-2 Sosial Ekonomi), Drh. Sri Suryatmiati. P, Riki Marwan, SP (S-1 Hama dan Penyakit tanaman), Pratiwi, SP (S-1 Pemuliaan tanaman) dan Linda Yulinda Asri, SST (Penyuluh bidang peternakan) “.

Kriteria penilaian dewan juri terhadap karya-karya yang ditampilkan oleh kontingen temu karya dalam rangka PEDA KTNA IX di Bumi Sebalo Bengkayang adalah : 1) Relevansi judul dengan isi, 2) Tehnik penyajian dan penguasaan materi, 3) Ketepatan waktu penyajian, 4) Kreativitas/kebaruan jenis materi dalam bentuk inovasi teknologi/rekayasa teknologi/adopsi teknologi, 5) Dampak materi dalam bentuk tepat guna dan ekonomis dilaksanakan dan 6) Relevansi jawaban terhadap pertanyaan saat diskusi. Adapun karya yang ditampilkan oleh 8 (delapan) kabupaten peserta adalah sebagai berikut : 1). Kabupaten Bengkayang menampilkan dua judul karya yaitu Pemanfaatan limbah pertanian (jungle jagung) sebagai pakan ternak dan Turunan herbisida gramoxon 70%, 2) Kab. Pontianak berjudul Pembuatan sirup lakum, 3) Kab. Sambas berjudul Pembuatan mesin tetas kombinasi (antara minyak tanah dan lampu pijar), 4) Kab. Kubu Raya dengan judul Breding jagung lokal unggulan kalbar, 5) Kab. Sanggau berjudul Alat pemarut multi fungsi (Ubi kayu dan jagung), 6). Kab. Sintang dengan judul Pembuatan starter untuk pupuk organik, 7) Kab. Ketapang berjudul Budidaya timun hibrida dan 8) Kabupaten Kapuas Hulu menampilkan karya yang berjudul Membasmi keong emas dengan tumbuhan patah tulang.

Secara umum pelaksanaan Lomba temu karya berjalan dengan baik dan tertib. Meskipun hujan sempat mengguyur Bumi Sebalo Bengkayang, namun tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menampilkan karya-karyanya secara bergantian sesuai dengan nomor undian yang telah dipilih sejak awal. Cara penyampaian materi dari karya yang dihasilkan juga bermacam-macam, ada yang berbentuk fragmen sederhana, langsung mempraktekkan  karya yang dihasilkan, maupun dengan cara presentase biasa (dengan alat bantu membacakan print out materi). Setelah menampilkan masing-masing karya, dilanjutkan dengan tanggapan dewan juri terhadap karya yang ditampilkan. Di sini terjadi diskusi yang sangat menarik antara pemateri (yang berasal dari peserta lomba) dengan dewan juri. Diskusi dilakukan untuk lebih mempertegas lagi tentang karya yang ditampilkan, Dampak yang dihasilkan oleh karya yang digunakan, maupun nilai ekonomis dari karya yang nantinya akan digunakan oleh pelaku utama.

Hasil akhir dari dewan juri langsung diumumkan pada saat itu juga. Setelah mengkompilasi jumlah nilai yang diperoleh dari masing-masing kabupaten berdasarkan 6 (enam) kriteria penilaian diatas, maka ditetapkan sebagai Juara I (pertama) dengan jumlah nilai 2.440 diraih oleh Kabupaten Kapuas Hulu melalui karyanya yang berjudul Membasmi Keong Mas dengan Tumbuhan Patah Tulang. Juara II (kedua) dengan nilai 2438 diraih oleh Kab. Sambas dengan karya unggulannya yaitu Pembuatan Mesin Tetas Kombinasi, juara III (ketiga) dengan jumlah nilai 2.414 diraih oleh Kab. Bengkayang melalui karyanya yang berjudul Turunan Herbisida Gramoxon 70%. Sedangkan Juara Harapan I (satu) diraih oleh Kab. Sanggau dengan total nilai berjumlah 2.400 melalui karyanya yang berjudul Alat Pemarut Multi Fungsi, dan Juara Harapan II (dua) diraih kembali oleh kabupaten tuan rumah pelaksanaan PEDA KTNA IX yaitu Kab. Bengkayang dengan total nilai 2.388 melalui karyanya yang berjudul Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak. Dengan dibacakannya urutan pemenang Lomba karya-karya para kontingen dari kabupaten peserta, maka berakhir pula acara Temu Karya dalam rangka PEDA KTNA IX di Bumi Sebalo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. (LYA)