JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

SEMARAK PEKAN DAERAH (PEDA) IX TAHUN 2013 DI STAND PAMERAN BPTP KALBAR

Pekan Daerah (PEDA) Pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat  Tahun 2013 merupakan wahana bagi para Petani – Nelayan Kalimantan Barat untuk melaksanakan Konsolidasi, Pengembangan Diri, Tukar menukar informasi, Apresiasi, Kemitraan dan Promosi Hasil Pertanian dan Perikanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan. Melalui PEDA IX KTNA Tahun 2013, Petani – Nelayan berkesempatan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam upaya memperkuat Kepemimpinan Agribisnis di Tingkat Petani – Nelayan.

Penyelenggaraan kegiatan PEDA IX KTNA Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013 dilaksanakan selama 4 (empat) hari efektif yaitu pada Tanggal 29 April – 2 Mei 2013 yang dipusatkan di Komplek Kantor Satu Atap Bupati Bengkayang. Kegiatan PEDA kali ini difokuskan pada 5 (lima) Bidang Kegiatan yaitu : 1) Upacara dan apresiasi, 2) Kepemimpinan dan Kemandirian KTNA, 3) Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis, 4) Pengembangan Teknologi dan kualitas produksi agribisnis, dan 5) Pengembangan Wirausaha Petani – Nelayan dan Kesadaran Lingkungan. Kegiatan Pameran merupakan sub bagian dari bidang kemitraan usaha dan jaringan informasi agribisnis, lebih tepatnya bernama kegiatan Pameran dan promosi/lomba stand.

BPTP Kalimantan Barat ikut berperan aktif dalam kegiatan PEDA IX KTNA ini, utamanya adalah dalam kegiatan pameran. Antusiasme pengunjung pada stand pameran BPTP Kalbar sangat tinggi sejak hari pertama pameran dibuka pada tanggal 29 pagi. Hal ini terlihat dari padatnya pengunjung yang datang, terutama di malam hari. Mereka berdesak-desakan melihat bahan yang dipamerkan (baik berupa barang maupun bahan cetakan) yang dipamerkan.  Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan dan lapisan, antara lain dari Dinas Instansi perwakilan Pemda Prov. Tk. I Kalbar, lingkup Pemda Kab. Bengkayang, para delegasi atau kontingen KTNA dari 14 Kab/Kota se Kalbar, para pelajar baik SD, SMP dan SMU yang ada di sekitar Kota Bengkayang, bahkan para perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalbar yang kebetulan mengetahui adanya kegiatan PEDA IX ini juga ikut mendatangi stand BPTP Kalbar. Semarak pengunjung semakin kental dengan kedatangan masyarakat/penduduk di sekitar lokasi pameran. Hari pertama pameran di stand BPTP Kalbar merupakan awal yang sukses bagi stand BPTP Kalbar untuk menuai kesuksesan di hari-hari berikutnya.

 

Kegiatan pameran di stand BPTP Kalbar juga didampingi oleh Bapak Ir. DJiyanto, MM selaku Kepala BPTP Kalbar. Beliau juga ikut memberikan arahan dan motivasi bagi petugas pramuwicara pameran, juga terhadap pengunjung. Selain itu, Pak Djiyanto juga memberi masukan kepada tim pameran terkait  bahan dan tata laksana pameran yang baik, agar di tahun-tahun mendatang kegiatan  tersebut dapat dilaksanakan lebih baik lagi dari tahun sekarang. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa “ BPTP selaku penyedia teknologi Pertanian dari Badan Litbang, melalui kegiatan pameran ini harus dapat menyajikan dengan baik teknologi-teknologi yang dibutuhkan petani untuk perbaikan usahatani mereka. Teknologi unggulan Badan Litbang seperti Jajar Legowo, berbagai varietas unggul (VUB) padi , M-KRPL, dan lain-lain harus dikemas secara apik, agar pengunjung bukan hanya sekedar tertarik sesaat  setelah menyaksikan pameran pada waktu kunjungan saja, tapi diharapkan sekembalinya mereka dari stand BPTP, pengunjung dapat mengaplikasikan di dalam kegiatan usahatani mereka. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena berdasarkan buku tamu yang diisi pengunjung terlihat bahwa sebagian besar pengunjung adalah para kontingen KTNA dari 14 Kab/Kota se-Kalbar yang nota bene adalah para pelaku utama (petani - nelayan beserta keluarganya)."

Kepala BPTP juga memberikan apresiasi kepada para petugas stand pameran BPTP Kalbar terhadap kinerja petugas dalam hal menyiapkan bangunan stand, ketersediaan bahan yang dipamerkan, pelayanan terhadap pengunjung dan penjadwalan yang sudah baik terhadap pramuwicara pameran. Kegiatan ini juga merupakan ajang reuni dan Temu akrab bagi Kepala BPTP dengan Pejabat SKPD Provinsi maupun Kabupaten yang tersebar di 14 Kab/Kota, dimana para pejabat SKPD tersebut juga mengunjungi stand BPTP Kalbar.  Dari kunjungan pejabat SKPD tersebut terlihat bahwa betapa kepala BPTP telah berkoordinasi dengan baik terhadap pihak Pemda, baik Pemda Provinsi maupun Pemda Kabupaten, sehingga dalam kegiatan BPTP yang mengarah pada pembangunan pertanian khususnya untuk Kalimantan Barat selalu di support oleh pihak Pemda Kalbar. BPTP boleh mempunyai berbagai macam teknologi unggulan dibidang pertanian (melalui berbagai penelitian dari para peneliti BPTP Kalbar) yang telah direkomendasi (oleh Tim Komisi Teknologi) dan nantinya akan didiseminasikan (oleh para penyuluh BPTP Kalbar) sehingga dapat diaplikasikan oleh pelaku utama (petani dan keluarganya), tetapi teknologi tersebut tidak mungkin bisa diaplikasikan maksimal sesuai kebijakan pemda jika BPTP tidak berkoordinasi  baik dengan pihak pemda selaku pemangku kebijakan dan pemangku wilayah.

Seluruh bahan yang dipamerkan oleh stand BPTP Kalbar merupakan hal yang menarik bagi pengunjung. Para pelajar banyak yang bertanya dan memperoleh pembelajaran tentang pertanian terutama tentang teknologinya. Banyak pengunjung terheran-heran dan terkagum-kagum karena baru mengetahui bahwa ternyata tanaman kol daun dan bunga kol dapat pula ditanam di daerah Kalbar yang terkenal panas. Selama ini mereka hanya mengetahui bahwa tanaman tersebut hanya tumbuh dan dapat ditanam di dataran tinggi (pegunungan yang beriklim dingin). Salah satu pengunjung sampai berkomentar : “ Ini kol di tanam didalam kulkas kah? Atau mungkin disiram dengan air es? sehingga bisa tumbuh dengan baik dan subur, didalam polybag pula? “. Pengunjung yang lain lebih tertarik dengan Sistem Legowo dari Badan Litbang, ketika melihat Backdrop sistem legowo yang terpampang besar dan jelas, disana tertulis Legowo 4:1 dengan jarak tanam 10cm x 20cm x 40cm bisa menghasilkan jumlah rumpun 400.000/ha. Adalah Pak Kumedi petani padi yang berasal dari kontingen Kab. Sambas mengatakan : “ Jika menggunakan jajar legowo yang menghasilkan 400.000 rumpun/ha, anggap saja 1 rumpun menghasilkan gabah 1 ons GKP, maka produksi gabah perhektar berjumlah 4.000 Kg GKP atau 4 ton GKP per Ha, padahal selama ini dengan menggunakan jarak tanam yang biasa dilakukan/belum sistem legowo hanya menghasilkan sekitar 2 ton lebih GKP per hektarnya, wuaah…sungguh teknologi yang menggembirakan bagi petani, harus di coba…”, ujarnya dengan semangat. Petugas pameran hanya tersenyum mendengar komentar Pak Kumedi. Semoga di tahun-tahun mendatang semarak pameran di stand BPTP Kalbar lebih meriah lagi dibandingkan tahun 2013 ini.(Tim Pameran)