SOSIALISASI ICCTF DI BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kategori Induk: Berita Dilihat: 1798

Pemanasan global dan perubahan iklim kini dipandang sebagai tantangan terbesar kehidupan manusia. Akibat perubahan iklim tersebut, menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu udara di dunia meningkat, salju di kutub mencair, permukaan air laut naik dan muncul cuaca yang ekstrem, seperti topan badai, banjir, kekeringan yang berpengaruh terhadap negara-negera di seluruh dunia. Indonesia termasuk negara yang akan terkena pengaruh negatif dari perubahan iklim tersebut. Berbagai negara di dunia telah berupaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim itu, antara lain dengan menandatangani Protokol Kyoto pada 1997, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yakni karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC. Pembentukan ICCTF ini merupakan tindak lanjut dari Conference of Parties (COP) 13 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diselenggarakan di Bali pada 2007.

Terkait dengan itu, BAPPENAS melaksanakan sosialisasi  program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) pada 7 Maret 2013 di aula BAPPEDA Kalbar. Acara sosialisasi dihadiri oleh Instansi terkait seperti Dinas Pertanian Kab. Kubu Raya, Badan Ketahanan Pangan Propinsi, Lembaga Swadata Masyarakat (LSM), PPL dan Petani yang  akan terlibat dalam kegiatan Demplot.

Dalam pertemuan sosialisasi ICCTF dengan pembicara Prof. Fahmuddin Agus, disampaikan tujuan dari kegiatan ICCTF di Kalbar.  Adapun sasaran ICCTF secara umum adalah tercapainya pembangunan ekonomi rendah karbon, peningkatan ketahanan nasional terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan efektivitas penanganan perubahan iklim. Sehubungan dengan program tersebut, kegiatan yanga akan dilaksanakan berupa survei lokasi, penelitian demplot, training (pelatihan) tentang pengukuran Emisi Karbon (C) di lapangan, dan analisis sosial ekonomi.

Dari Diskusi yang dilaksanakan terlihat beberapa peserta antusias dalam mendukung kegiatan ICCTF di lapangan dengan adanya keinginan dari peserta untuk dapat mengikuti pelatihan pengukuran emisi karbon yang akan diadakan oleh ICCTF pada tanggal 18-21 Maret 2013 nanti. Dalam diskusi yang digarisbawahi adalah pentingnya pengelolaan gambut yang ramah lingkungan dengan tidak membakar gambut pada saat pembukaan lahan. Selain itu  dibahas juga mengenai masalah penggunaan teknologi pemupukan dengan menggunakan dolomit dan trichoderma yang telah lama digunakan oleh petani, dimana penggunaan trichoderma disinyalir dapat mengurangi ketebalan gambut yang ada. Penggunaan trichoderma membebaskan sebagian hara yang terikat tetapi tidak mempunyai daya meningkatkan derajat kemasaman (pH).

Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ICCTF tersebut dapat  diperoleh suatu paket teknologi pengelolaan lahan gambut yang ramah lingkungan sehingga  dapat menekan emisi karbon yang dihasilkan. Selain itu juga dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pengelolaan gambut yang benar dan peningkatan pendapatan petani di lahan gambut.