Panen Raya Padi Inpara 1 di Ketapang Sangat Memuaskan

Kategori Induk: Berita Dilihat: 1662

Secara umum produksi padi di Kalimantan Barat Tahun 2011 mengalami peningkatan.  Produksi padi meningkat dari 1.343.888 ton, pada Tahun 2010 menjadi 1.372.989 ton pada Tahun 2011 atau naik sebesar 2,17%.  Peningkatan produksi dipengaruhi oleh peningkatan luas panen sebesar 3,71% atau dari 428.461 Ha Tahun 2010 menjadi 444.353 Ha Tahun 2011, sedangkan produktivitas mengalami penurunan sebesar 1,50% dibandingkan Tahun 2010 produkasi padi sawah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,3% atau dari 1.159.012 ton pada Tahun 2010 menjadi 1.197.493 ton Tahun 2011, sedangkan produksitivitas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 1,8% menjadi 34,03 Kw/Ha pada Tahun 2011 (BPS Kalbar 2012).

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat berupaya untuk membantu mengatasi penurunan produktivitas padi yang terjadi di Kalimantan Barat melalui kegiatan pendampingan SLPTT padi di beberapa kabupaten . Khusus di Kabupaten Ketapang yang belum  mendapat pendampingan SLPTT padi  dari BPTP  sampai akhir Tahun 2012, potensi lahan sawah ±85.000 Ha yang ada di Kabupetan Ketapang apabila dapat dimanfaatan secara optimal dengan penerapan inovasi teknologi budidaya padi tentu akan membantu Kalimantan Barat dalam menyediakan pangan masyarakatnya. Kegiatan pengkajian  Percepatan Adopsi Teknologi Badan Litbang Pertanian melalui media cetak yang dilaksanakan di Desa Sukabaru Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang dengan topografi lahan pasang surut diharapkan dapat membantu petani dalam mengenal dan mengadopsi VUB padi.

Varietas yang diujiadaptasikan adalah INPARA I dengan tanam system Jajar Legowo 4:1, pemberian  pupuk berdasarkan analisa tanah dengan menggunakan alat PUTS dengan dosis NPK 120 kg/Ha, Urea 160 kg/Ha, dan KCL 20 ka/Ha dengan pengendalian H/P dengan prinsip PHT. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada bulan November 2012 dan panen dilakukan pada Tanggal 21 Februari 2013 dilakukan panen raya dan dilanjutkan dengan temu lapang yang dihadiri Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat Kecamatan Benua Kayong (Drs. Nuryono), Kepala Desa Sukabaru (Anwar,PPL se-Kecamatan Benua Kayong, Ketua KTNA Kab. Ketapang (Anies Munisah), Gapoktan/Poktan dan petani sekitar yang berjumlah 100 orang. Dari beberapa pertanyaan petani  dalam diskusi di Temu lapang dapat disimpulkan bahwa kehadiran Ujiadaptasi Varietas INPARA-I yang  menghasilkan produksi  10 ton/Ha GKP sangat membantu petani dalam meningkatkan pendapatan petani yang selama ini padi yang diusahakan dengan penggunaan varietas yang sudah turun temurun sehingga produktivitasnya hanya 2,5-3 t/Ha. Dalam kesempatan yang sama Bapak Camat Benua Kayong berharap bahwa kegiatan ujiadaptasi VUB padi bisa dilaksanakan lagi oleh BPTP dengan penggunaan varietas INPARA lain, sehingga akan  teradopsi varietas unggul baru padi khususnya INPARA di Kecamatan Benua Kayong yang memiliki potensi lahan sawah ± 4000 Ha, dan baru termanfaatkan ±3000 Ha dengan produktivtas yang masih rendah.