Keragaan Plasma Nutfah Padi Lokal Kalimantan Barat

Kategori Induk: Berita Dilihat: 3604

Kalimantan Barat dikaruniai keanekaragaman plasma  nutfah padi yang sangat kaya. Tidak kurang dari 100 varietas padi lokal dibudidayakan secara turun temurun oleh petani  di Kalbar. Tingginya minat petani menanam padi lokal disebabkan karena varietas padi lokal sudah adaptif dengan kondisi biofisik lahan, termasuk terhadap perubahan iklim (kebanjiran maupun kekeringan). Keanekaragaman genetik plasma nutpah padi lokal  perlu dipertahankan keberadaannya, bahkan harus diperluas agar supaya selalu tersedia bahan untuk pengembangannnya bahkan untuk pembentukan/perakitan varietas unggul yang toleran terhadap cekaman biotik dan abiotik. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan keberadaannya. Kesediaan yang lestari dari plasma nutfah secara ex-situ dilakukan antara lain dengan upaya melakukan eksplorasi, menginventarisasi dan mengkoleksinya dalam ruang pendingin.

Pada tahun 2012 BPTP Kalimantan Barat telah melakukan kegiatan eksplorasi terhadap plasma nutfah padi lokal yang ada di kalimantan Barat Dari hasil penelitian diperoleh 150 asesi plasma nutfah padi lokal di 8 kabupaten yang terdiri dari  : (1) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Pontianak sebanyak 21 asesi, yang terdiri dari 18 asesi merupakan plasma nutfah yang di temukan di lahan pasang surut, dan 3 asesi plasma nutfah lahan sawah. Varietas sirendah merupakan varietas lokal yang paling dominan ditanam dibanding varietas lainnya,   (2) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Kubu Raya sebanyak  11 asesi yang berada diagroekosistem lahan pasang surut, (3) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Landak sebanyak 20 asesi yang terdiri dari 10 asesi pada agroekosistem sawah dan 10 asesi pada agroekosistem lahan kering, (4) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Sambas sebanyak 36 asesi yang semuanya pada agroekosistem lahan pasang surut, (5) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Sanggau sebanyak 26 asesi yang terdiri dari 24 asesi pada agroekosistem lahan sawah, dan 2  asesi pada lahan kering, (6) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Bengkayang sebanyak 12 asesi yang terdiri dari 11 asesi pada agroekosistem lahan sawah dan 1 asesi pada lahan kering, (7) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Kapuas Hulu sebanyak 13 asesi pada agroekosistem lahan sawah tadah hujan, (8) Plasma nutfah padi lokal di Kab. Ketapang sebanyak  10 asesi yang terdiri dari 8 asesi  pada agroekosistem lahan pasang surut dan 2 asesi pada agroekosistem lahan kering.

Dari hasil eksplorasi di ketahui bahwa varietas sirendah/serendah terdapat di 5 kabupaten yaitu Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Landak, Sambas, dan Kapuas Hulu.  Plasma nutfah padi beras merah terdiri dari 11 asesi, beras hitam sebanyak 12 asesi, dan pulut sebanyak 14 asesi. Dari hasil eksplorasi juga diperoleh informasi bahwa padi beras merah dari Kab. Sanggau dan Beras merah Beliah dari Kab. Bengkayang sudah dipasarkan sampai ke Malaysia dengan harga Rp. 30.000- 40.000,-/kg.Beras varietas seluang dari kab. kapuas Hulu. Pada umumnya plasma nutfah padi lokal yang ditanam dihahan pasang surut dan lahan sawah memiliki tekstur nasi sedang sampai pera, sedangkan plasma nutfah padi lokal yang ditanam di lahan kering (gogo) memiliki tekstur nasi pulen dan aromatik.