JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Temu Lapang Ujiadaptasi Varietas Unggul Baru Padi Di Desa Gelik Kecamatan Selakau Timur

Dalam rangka mendiseminasikan hasil ujiadaptasi varietas unggul baru maka dilakukan temu Lapang panen raya padi di  desa Gelik Kec. Selakau Timur. Kegiatan ini dihadiri sekitar 125 orang peserta yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Sambas, Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kab. Sambas, BPTP Kalimantan Barat,Camat Gelik, BPK Selakau, Penyuluh Pertanian dan 15 Kelompoktani. Kegiatan ujiadaptasi VUB padi ini merupakan salah satu bentuk pendampingan program SLPTT di Kab. Sambas oleh BPTP Kalimantan Barat sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah.

 

Karena Gelik memiliki agroekosistem lahan pasang surut, maka dalam kegiatan Ujiadaptasi ini digunakan varietas unggul Inpara 1, Inpara 2 dan Inpara 3 yang memang merupakan varietas unggul spesifik lahan rawa/pasang surut. Selain varietas unggul, komponen teknologi lain yang digunakan mengikuti teknologi dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), yaitu benih bermutu/ bersertifikat (kelas benih SS), penggunaan jerami ke lahan, pengolahan tanah dengan hand traktor (sempurna), pemupukan dengan menggunakan hasil analisa tanah dengan dosis 135 kg urea, 200 kg NPK dan 17 kg SP36, penggunaan bibit muda < 18 HSS dengan 2 – 3 batang/lubang, sistem tanam dengan jajar legowo 4:1, panen menggunakan sabit bergerigi. Ubinan dilakukan dengan luas 10 m2/ubinan dengan 2 sampel ubinan masing-masing varietas sehingga ada 6 sampel ubinan.

Dari ubinan yang dilakukan oleh Distannak Sambas, BKP4K Sambas, BPTP Kalbar, Camat Selakau Timur dan kepala UPT Selakau/Selakau Timur diperoleh hasil rata-rata 9,15 ton/ha GKP Inpara 1. Untuk Inpara 2 didapatkan hasil ubinan 8,32 ton/ha GPK  dan 7,70 ton/ha GKP untuk Inpara 3. Dalam sambutannya, Kepala Distannak Sambas mengatakan dibeberapa lokasi yang sudah dilakukan panen, produksi padi sudah baik berkisar antara 5,9 – 8,2 ton/ha. Kalau hasil yang diperoleh mencapai 8 ton/ha akan diperoleh keuntungan lebih dari 6 juta/bulan dengan asumsi harga Rp. 4.000/Kg. Siapa bilang menanam padi itu tidak untung?. Untuk memperoleh hasil yang baik, maka teknologi harus diterapkan. Varietas unggul dan benih yang bermutu merupakan awal / kunci untuk memperoleh hasil yang baik. Sedangkan Camat Selakau Timur menekankan bahwa program yang diberikan pemerintah hanya stimulan atau hanya memotivasi saja karena tidak mungkin diberikan selamanya. Manfaatkanlah sebaik-baiknya  program tersebut untuk belajar dan ikutilah petunjuk yang diberikan oleh pendamping program agar produksi kita dapat lebih baik lagi. Sedangkan BPTP Kalimantan Barat menekankan untuk memperoleh hasil yang baik jangan lupa melakukan pengamatan tanaman sejak dari persemaian sampai dengan panen karena cukup tingginyanya tingkat serangan OPT seperti blast, wereng coklat dan hama putih palsu di Kab. Sambas ini.