SCALING UP INOVASI VUB INPARA 1.200 HEKTAR

Kategori Induk: Berita Dilihat: 1120

Wakil Bupati Pontianak didampingi Kepala BPTP Kalimantan Barat, Kepala Badan Pelaksanan Penyuluhan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pontianak, melakukan panen VUB padi Inpara-3 di lokasi Demfarm Scaling Up Inovasi Teknologi Inpara-3 seluas 16 hektar.  Benih sumber Inpara-3 berlaberl ungu diperoleh FEATI dari UPBS BPTP Kalimantan Barat.  Upah dan sarana produksi lain disupply oleh PT Sang Hyang Seri melalui program GP3K.  Dinas Pertanian menyediakan sumur untuk sumber air.  BPTPH menugaskan POPT melaksanakan SL-PHT guna mengawal pertanaman dari serangan hama penyakit. Sedangkan BPSB menugaskan pengawas benih untuk memantau proses produksi benih agar sesuai SOP dan lolos sertifikasi.  VUB Inpara-3 dipilih dari hasil seleksi panjang mulai tahun 2008 dan terbukti memenuhi kesesuaian dengan kondisi agro-ekosistem setempat maupun preferensi petani dan pasar lokal.

Demfarm yang dilaksanakan secara terpadu pada Musim Gadu 2012 ini menghasilkan produktivitas 7.040 kg GKP/hektar.  Kepala BP3K Kecamatan Segedong bersama para penyuluh sudah memblokir hasil benih yang 30 ton untuk Scaling Up Inovasi Teknologi Inpara-3 seluas 1.200 hektar di kawasan pasang surut ini.  Untuk memudahkan diseminasi maka benih ini dibeli oleh PT Sang Hyang Seri dan didiseminasikan ke berbagai desa terutama di Peniti Dalam I, Peniti Dalam II, Parit Bugis, Sungai Burung dan Peniti Besar mendukung Program SL-PTT Padi non hibrida.  Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif mengatasi masalah benih yang kurang tepat jenis, jumlah, kualitas dan waktu pada Program SL-PTT Padi di masa lalu.

Hasil panennya dirancang untuk dapat mensupply Rice Milling Unit yang dikelola di FMA Desa Sungai Nipah berkapasitas 15 ton/hari guna mensupply konsumen.  Salah satu mitra bisnisnya adalah koperasi di PT Alas Kusuma yang memerlukan pasokan beras 20 ton/bulan ditambah konsumen lain.  Kegiatan ini menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan yang diberikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, DR Kasdi Subagiono, agar mampu mengimplementasikan suatu model menjadi real business yang berorientasi pasar dan bermuatan teknologi.