JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Dukungan BPTP Kalimantan Barat Terhadap Program P2BN di Kabupaten Pontianak

featipontiHari Kamis, 3 Mei 2012, Ir. Jiyanto, MM. selaku Kepala Balai BPTP Kalimanatan barat menghadiri acara Mimbar Sarasehan Petani “Peran Serta BUMN Terhadap Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi” yang berlangsung di Desa Peniti Dalam I Kec. Segedong Kab. Pontianak. Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kab. Pontianak, Ketua Himpunan Kerukunan Tani  Indonesia (HKTI) Prov. Kalbar, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab. Pontianak yang juga Ketua HKTI Kab. Pontianak, Kapala Dinas Pertanian Kab. Pontianak, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Kab. Pontianak, Ketua HKTI Kab. Kubu Raya, serta perwakilan PT. Sang Hyang Seri (PERSERO).

Kegiatan ini bertujuan agar hasil panen petani meningkat. Peningkatan hasil produksi padi ini selaras dengan program Food Estate yang di gaungkan oleh Pemkab Kab. Pontianak, dan juga sesuai dengan program menuju surplus beras Kementerian Pertanian dengan target produksi 10 juta ton beras pada tahun 2014.

Sesuai dengan sambutan Wakil Bupati Kab. Pontianak, bahwa 3 komponen yang diharapkan mendukung program ketahanan pangan di Kab. Pontianak yaitu Swasta, BUMN dan pemerintah, BPTP Kalbar selaku perwakilan Kementerian Pertanian di Provinsi Kalimantan Barat, melalui program FEATI turut mendukung secara aktif program ini. Ir. Jiyanto, MM., dalam sambutannya mengatakan: “BPTP Kalimantan Barat mendukung penuh program Food Estate dengan melakukan introduksi benih Varietas Unggul Baru (VUB) dan inovasi teknologi.  VUB yang di introduksi BPTP Kalimantan Barat di Ds. Peniti Dalam I ini adalah Inpara 2 dan Inpara 3 yang cocok ditanam di lahan pasang surut dan sudah terbukti established di wilayah Kab. Pontianak. Benih Inpara 2 dan Inpara 3 dari BPTP ini masih berlabel SS sehingga nantinya hasil panennya masih bisa dijadikan benih. Bila nantinya padi yang ditanam di Ds. Peniti Dalam I ini berhasil, maka hasil panennya bisa digunakan sebagai benih untuk kebutuhan benih di wilayah Kab. Pontianak, sehingga ketergantungan benih VUB dari pulau Jawa dapat dikurangi.”

Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan BPTP Kalimanatan Barat untuk mendukung peningkatan produksi padi adalah teknologi pemupukan berimbangfeatiponti2 berdasarkan pengujian unsur hara tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK). Rekomendasi berdasarkan hasil uji tanah ini di cetak BPTP Kalbar menjadi sebuah buku Rekomendasi Pemupukan yang pada kesempatan ini telah diserahkan Kepala BPTP Kalbar kepada Wakil Bupati Kab. Pontianak yang selanjutnya diserahkan ke perwakilan penyuluh sehingga bisa digunakan sebagi pedoman pemberian pupuk di Ds. Peniti Dalam I. Setelah menerima buku Rekomendasi Pemupukan ini, Bapak Wakil Bupati Kab. Pontianak mengucapkan terima kasih, dan selanjutnya berpesan ke PPL agar buku ini disa diperbanyak dan disosialisasikan lebih luas ke para petani.

Ir. Sigit Sapto Wibowo, M.Sc. selaku penanggung jawab program FEATI, mengatakan bahwa program ini merupakan keberlanjutan dari program FEATI yang telah berlangsung dari tahun 2007-2011. “Bila tahun 2007-2011 kemarin program FEATI telah berhasil melakukan transfer teknologi kepada petani, maka program FEATI adalah pengembangan agribisnis padi".