Project Pertanian 4.0 dan Mobile Klinik Pertanian (MKP)

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh Thalea Dilihat: 101
Kamis (9/12), BPTP Kalimantan Barat menghadiri undangan Kegiatan Peresmian Pilot Project Pertanian 4.0 dan Mobile Klinik Pertanian (MKP) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan juga dihadiri oleh seluruh UPT Lingkup Kementan. Kegiatan ini juga bersamaan dengan perayaan World Soil Day 2021 dengan tema "Halt Soil Salinitazion, Boost Soil Productivity" yang diselenggarakan langsung di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor.
 
Kegiatan dibuka oleh Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H. Dalam arahannya Menteri Pertanian, mengucapkan terimakasih kepada jajaran Irjen, Badan litbang, dan UPT di lingkup Kementan telah bekerja keras dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga pertahanan pangan di Negeri kita tercinta ini.
 
Mentan SYL juga berkenan mengunjungi Screen House, Kebun Show-Windows dan Indoor Vertical Farming (IVF). Beliau menyampaikan bahwa Indonesia harus bisa memanfaatkan SDM yang ada untuk turut membantu di sektor pertanian. Dengan adanya Green House, salah satu penyebab masalah ketidakseimbangan lingkungan seperti pemanasan global. Bukti nyata dampak dari pemanasan global ialah perubahan iklim yang berdampak langsung pada Petani, sehingga mempersulit petani dalam menentukan waktu tanam. Perubahan iklim juga akan berdampak terhadap ketahanan pangan nasional.
 
Dalam 2 tahun ini, sektor Pertanian yang masih bertahan dalam menghadapi masa pandemi hingga saat ini. Badan Litbang mempunyai peran penting untuk mempertahankan ketahanan pangan Indonesia, Mentan juga mengharapkan Badan Litbang untuk terus berinovasi dan memperluas teknologi Balitbangtan kepada masyarakat. "Tidak ada pertanaman tanpa riset dan sains," tutur beliau.
 
Dalam kesempatan ini, Mentan SYL mengapresiasi kegiatan ini dengan adanya peluncuran Mobil Klinik Pertanian. Hasil riset harus muncul dan dipublikasikan kepada masyarakat.
"Semoga pertanian tetap jaya, mengolah tanah bangsa dan negara!'," tutur Mentan RI.