JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Teknologi Pengolahan Talas/Keladi Singkawang menjadi Tepung

Pengolahan pangan adalah proses mengubah      bahan mentah secara fisik maupun kimia menjadi pangan (makanan) atau dari makanan menjadi bentuk yang lain. Prosesnya dilakukan dengan mengkombinasikan bahan- bahan pangan menjadi produk   makanan yang bisa dipasarkan  secara langsung ataupun menjadi lebih mudah diolah oleh konsumen.

Beberapa alasan mengapa pangan harus diolah atau dirposes antara lain untuk menghilangkan racun, memudahkan distribusi, menyesuaikan gaya hidup, menambah gizi makanan, menambah umur makanan, menambah cita rasa.

Tahapan pengolahan pangan:

  1. Proses awal: Penanganan terhadap bahan baku
  2. Proses konversi: mengubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain
  3. Proses pengemasan: tahan lama untuk proses penyimpanan dan membuat produk jadi lebih menarik
  4. Proses penyimpanan: bisa mempertahankan kualitas

Talas juga merupakan salah satu tanaman sumber penghasil karbohidrat non beras dari golongan umbi-umbian yang memiliki peranan cukup penting dalam diversifikasi  pangan. Ppemanfaatan secara langsung umbi talas memiliki beberapa yaitu timbulnya rasa gatal, rasa  terbakar dan iritasi pada kulit, mulut, dan tenggorokan serta saluran cerna saat dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh kalsium oksalat yang terkandung dalam umbi talas. Untuk menghilangkan dan mengurangi kadar kalsium oksalat di dalam talas dapat dilakukan dengan perebusan, perendaman dalam air hangat, dan perendaman dalam larutan garam.

Di Indonesia, talas lebih banyak digunakan sebagai pangan lokal seperti keripik, kolak, ubi goreng dan ubi rebus atau tambahan sayur. Namun saat ini, talas telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bolu talas yang dibuat menggunakan tepung talas. Kandungan tepung talas yang bermanfaat antara lain memiliki jumlah lemak yang rendah (hanya sekitar 0,2%) dan memiliki kandungan serat yang cukup banyak hingga 5,3 gram.

Proses pembuatan tepung talas cukup sederhana dan mudah sehingga dapat dipraktekkan dalam skala rumah tangga. BPTP Kalimantan Barat melalui laboratorium pascapanennya mempraktekkan pengolahan talas menjadi tepung menggunakan talas putih atau yang lebih banyak dikenal dengan nama talas singkawang. Penggunaan talas putih/talas singkawang dilakukan karena harganya relatif murah dan banyak dijumpai di pasar rakyat.

Langkah-langkah pengolahan tepung talas antara lain:

  1. Talas dikupas kulitnya, kemudian dicuci dan dirajang/dipotong menggunakan alat perajang khusus agar ketebalannya sama & rata (jika tidak memiliki alat perajang khusus, dapat menggunakan pisau dapur)
  2. Cuci kembali irisan keladi menggunakan air bersih agar lendir berkurang
  3. Beri perlakuan (pre treatment) dengan cara merendam irisan talas menggunakan garam 6% selama 2 jam, kemudian bilas, rendam lagi menggunakan air biasa selama 30 menit, setelah itu tiriskan
  4. Keringkan menggunakan oven dengan suhu 60-70° lebih kurang semalaman (24 jam) / sampai dirasa cukup kering / % airnya sudah berkurang (bisa juga dijemur di bawah sinar matahari hingga kering).
  5. Masukkan irisan talas yang telah kering ke mesin penepung, digiling selama ± 5 menit, setelah itu saring menggunakan saringan mesh (0,05mm) dan dihasilkan tepung talas. (Dapat menggunakan alat penumbuk biasa)
  6. Kemas tepung dalam plastik penyimpanan kemudian disimpan / bisa digunakan langsung untuk diolah jadi kue, eskrim, dll

Demikian tahapan-tahapan sederhana pembuatan tepung talas yang dapat dicoba oleh masyarakat luas, terutama ibu rumah tangga dan dapat digunakan/diolah menjadi bermacam-macam olahan pangan. Selamat mencoba.