JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Temu Teknis Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan di Kalimantan Barat

Dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluhpertanian lingkup wilayah Kalimantan Barat. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Temu Teknis Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Pertanian untuk mempercepat hilirisasi teknologi hasil Balitbangtan bersama Penyuluh Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.
 
Kamis (18/11), setelah dilakukan penyerahan secara simbolis benih padi Inpari 36 dan Inpari 37 oleh Gubernur Kalimantan Barat pagi tadi. Acara dilanjutkan di Aula BPTP Kalimantan Barat. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Kabid Tanaman Pangan, Koordinator Penyuluh serta Penyuluh Pertanian di Kabupaten/Kota Kalimantan Barat.
 
Dalam laporannya, Kepala Balai Dr. Rustan Massinai menyampaikan bahwa penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Balitbangtan dapat meningkatkan produksi hasil panen, terbukti dari beberapa kegiatan demfarm yang telah dilakukan BPTP Kalimantan Barat dibeberapa daerah seperti Sanggau, Kubu Raya, Sambas dan Landak. Selain itu, pemanfaatan inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan dapat membantu/mempermudah petani dalam melaksanakan kegiatan bertani yang lebih efektif dan efisien.
 
Dalam sambutannya, Kepala Puslitbangtan-Bogor, Dr. Priatna Sasmita menyampaikan apresiasinya kepada BPTP Kalimantan Barat dan Dinas Terkait atas meningkatnya produktivitas padi di Kalimantan Barat serta menjelaskan bahwa tugas Badan Litbang Pertanian ialah menyebarluaskan hasil penelitian, pemantauan, evaluasi dan pelaksanaan penelitian, serta pengembangan inovasi teknologi di bidang pertanian.
 
Selanjutnya, sambutan dan arahan dari Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M. Si., menjelaskan bahwa permasalahan yang selalu melekat pada petani adalah label bahwa petani dianggap sebagai pekerjaan yang mungkin rendah atau dinomorduakan.
 
“Permasalahan ini yang perlu kita tangani, kita rubah bahwa pertanian ini adalah komponen penting dalam kehidupan kita, karena melalui pertanian kita dapat hidup. Kita ciptakan pembangunan pertanian melalui strategi intensifikasi terhadap proses produksi pertanian dari hulu sampai hilir," ujar Beliau.
Beliau juga menjelaskan upaya dan kolaborasi Dinas terkait bersama BPTP Kalimantan Barat dalam membangun pertanian dengan mensejahterakan petani dalam meningkatkan produktivitas padi. Diakhir sambutannya, beliau juga berkenan untuk membuka Acara Temu Teknis hari ini.
 
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber yang kompeten dibidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Yudhistira (Peneliti Puslitbangtan-Bogor) terkait Teknologi Produksi Benih Padi. Materi kedua disampaikan oleh Kepala Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M. Si dan Kabid Tanaman Pangan Bapak Dony Saiful Bahri mengenai Strategi Pembangunan Pertanian dan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Barat. Materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Retno Pertiwi (BPS Provinsi Kalimantan Barat) terkait Teknik Ubinan Berdasarkan KSA untuk Penentuan Provitas Padi. Dan terakhir, penyampaian materi terkait Penerapan Inovasi Teknologi mendukung Pembangunan Kawasan Tanaman Pangan di Kalimantan Barat oleh Kepala Balai yang diwakili oleh Agus Subekti, S.P., M.P. (KSPP/Penyuluh BPTP Kalimantan Barat). Kemudian, dilanjutkan diskusi bersama para penyuluh mengenai permasalahan di lapangan.
 
Berdasarkan data BPS terkait luas panen, produksi dan produktivitas padi, 2018-2020, Provinsi Kalimantan Barat merupakan urutan kedua terendah dengan rata-rata produktivitas 3,03 t/ha. Melalui adanya kegiatan Temu Teknis ini, harapannya BPTP Kalimantan Barat, Dinas-dinas terkait dan Penyuluh Pertanian yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat dapat berkolaborasi dan bekerjasama menyelesaikan permasalahan yang tengah kita hadapi dalam meningkatkan produktivitas padi di Kalimantan Barat yang masih tergolong rendah, salah satunya melalui penerapan VUB Padi dan inovasi teknologi yang didiseminasikan oleh BPTP Kalimantan Barat.
 
"Mari kita sama-sama selesaikan ini, karena ini merupakan tanggungjawab kita bersama dan berhubungan dengan kebutuhan hidup orang banyak. Kita terapkan penggunaan 80% varietas unggul dan 20% varietas lokal," tutur Kepala Balai sebelum menutup acara.
 
Pertanian Maju, Petani Sejahtera
Ayo Bertani, Petani Sejahtera!