JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Penyerahan Benih Padi Inpari 36 dan Inpari 37 oleh Gubernur Kalimantan Barat kepada 7 Kabupaten Terdampak Banjir

Menindaklanjuti koodinasi yang telah dilakukan oleh BPTP Kalimantan Barat dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat bersama Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, pada hari Kamis (18/11) dilakukan penyerahan secara simbolis benih padi Inpari 36 dan Inpari 37 oleh Gubernur Kalimantan Barat. Penyerahan benih dilakukan di kantor gubernur dan diterima oleh dinas terkait yang merupakan perwakilan dari 7 kabupaten terdampak banjir, antara lain Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Mempawah. Selain 7 kabupaten tersebut, benih padi juga didistribusikan ke beberapa kabupaten/kota, antara lain Ketapang, Kayong Utara, Sambas, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Singkawang dalam rangka memacu produktivitas VUB padi di Kalbar.
 
Hadir dalam kegiatan ini , Dr, Priatna Sasmita (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Kementan), Dr. Rustan Massinai (Kepala BPTP Kalbar), Ir. Florentinus Anum, M. Si (Kepala Dinas TPH Prov. Kalbar), dan Perwakilan dari 7 kabupaten terdampak banjir di Kalimantan Barat.
 
“Distribusi benih padi Inpari 36 dan inpari 37 merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kestabilan pangan yaitu dengan memperbaiki kualitas benih.” tutur gubernur Kalbar. Sejalan dengan perkataan Gubernur, Kapuslitbangtan menyampaikan upaya yang dilakukan oleh BPTP Kalimantan Barat ini tak lain adalah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Kalimantan Barat. “Mudah-mudahan dengan ketersediaan benih sumber ini, selanjutnya dapat diproduksi menjadi benih sebar sehingga tidak terputus sampai disini saja.” ucap beliau.
 
Potensi lahan untuk padi di Kalimantan Barat adalah 242.972 ha yang merupakan lahan baku sawah ditambah dengan lahan kering. Untuk memproduksi gabah kering giling, dilakukan intensifikasi lahan eksisting. Dari total pendistribusian benih sebanyak 40 ton, 22 ton dialokasikan pada 7 kabupaten terdampak banjir. Hal ini dilakukan dalam rangka mengganti benih di lahan terdampak banjir agar kestabilan usahatani padi tetap terjaga. Tujuan akhir dari distribusi benih yang diharapkan oleh kita bersama adalah adanya peningkatan provitas dan indeks pertanaman padi di Kalimantan Barat.