JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Temu Lapang dan Panen Padi VUB Kegiatan Pengkajian Perakitan Teknologi Budidaya Padi Produksi Tinggi pada Lahan Rawa Pasang Surut di Kalimantan Barat

Tahun 2021, BPTP Kalimantan Barat menjalin kegiatan kemitraan bersama Badan Litbang Pertanian, dengan wujud kegiatan pendampingan demfarm padi VUB produksi tinggi di lahan sawah sub optimal lahan pasang surut seluas 10 ha bersama teman-teman petani dari Poktan Karya Bersama. Padi VUB yang ditanam yaitu Inpara 2, Inpari 46 GSR, Inpari 36, Inpari 37, Inpari 48 Blas, Inpari 32, dan Inpari IR Nutri Zinc dengan pola penerapan alsintan.
 
Senin (25/10), dilaksanakan panen padi VUB Inpara 2 di lokasi demfarm Desa Parit Keladi, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya. Turut hadir Gubernur Prov. Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalimantan Barat, Wakil Bupati Kubu Raya, Kepala KPw. Bank Indonesia Prov. Kalimantan Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kubu Raya, Kepala BPS Kab. Kubu Raya, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1207-07/Sungai Kakap, Camat Sungai Kakap, Koordinator BPP Kec. Sungai Kakap serta PPL Kec. Sungai Kakap dan Rasau Jaya
 
Kepala Balai, Dr. Rustan Massinai menyampaikan bahwa dari hasil pengubinan yang dilakukan didapatkan rata-rata produksi panen 9,36 t/ha (GKP) dengan kadar air 19,73% atau 8,74 t/ha (GKG) dengan kadar air 14%. Dalam pelaksanaannya, digunakan pupuk tunggal dan pemberian kapur 500kg/ha, ini artinya lahan pasang surut di Kalimantan Barat berpotensi baik untuk pertanaman padi tidak kalah dengan hasil panen di lahan tadah hujan dan lahan irigasi. Kedepannya tidak lagi dalam 10 ha, tapi kami siapkan 100 ha, BPTP Kalimantan Barat akan terus mengawal, mendampingi petani dengan penggunaan padi VUB produksi tinggi dan penerapan inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian, salah satunya melalui penyerahan benih Inpari 36 dan 37 secara gratis kepada petani. "Mari bersinergi bersama memajukan Pertanian di Kalimantan Barat," tutur Kepala Balai bersemangat.
 
Kepala KPw. Bank Indonesia Prov. Kalbar juga menyampaikan ini merupakan prestasi yang luar biasa dengan teknologi yang terus dikembangkan. Harapannya kita bisa ekspor beras ke luar dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bank Indonesia terus mendukung pengembangan beras ini agar beras di Kalimantan Barat dapat kembali Berkibar.
 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, S.E., M.Sos., menyampaikan bahwa Desa Parit Keladi ini merupakan salah satu lumbung padi di Kab. Kubu Raya, oleh karenanya ini merupakan angin segar dan menjadi motivasi kedepannya agar petani semakin bersemangat dalam menanam padi.
 
Dalam arahannya, Gubernur Prov. Kalimantan Barat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M.Si., menyampaikan bahwa upaya-upaya akan terus dilakukan melalui pendekatan teknologi dalam peningkatan produktivitas untuk menjaga pangan di Kalbar. Dalam hal ini, benih merupakan jantungnya pertanian, ini adalah hal yang vital, kita dapat menggunakan benih yang unggul dan umurnya pendek (genjah) sehingga kita dapat tanam 3-4 kali dalam setahun dan meningkatkan produktivitas padi di Kalimantan Barat. Selain itu, petani juga harus berorientasi terhadap pasar (agribisnis), "Kita bertani bukan hanya sekedar untuk makan, tapi Bertani untuk Hidup," ujar beliau.
 
Pelaksanaan panen padi kali ini bersamaan dengan "Gerakan Panen Bersama Menteri Pertanian RI" dalam memperingati Hari Pangan Sedunia ke-41. Peringatan HPS ke-41 ini berpusat di Kab. Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini juga diikuti 41 titik lokasi panen dan tanam lainnya diseluruh Indonesia. BPTP Kalimantan Barat bergabung secara virtual melalui zoom meeting room.
 
"Dihari pangan sedunia ini, harus ada upaya-upaya baru yang dilakukan melalui penerapan riset, inovasi teknologi untuk memajukan pertanian Indonesia. Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan dalam upaya mendukung pertanian di Indonesia yang terus Maju, Mandiri dan Modern. Dengan segala sumber daya alam yang tersedia, kita patut bersyukur. Mari kita hadirkan pertanian di hati kita, pertanian itu hidup, pertanian itu sehat dan membuka lapangan pekerjaan. Oleh karen itu, Bertani itu Hebat, menjadi Petani itu Keren," tutur Mentan RI.
 
Sebelum penutupan, dilakukan penyerahan benih VUB Padi Inpari 36 dan 37 kepada Gapoktan Madiun Bersatu, Solo Bersatu, Berembang Bersatu, Merak Mandiri, Rasau Jaya, dan Mekar Jaya. Selain itu, dilakukan dialog bersama dengan Petani terkait kendala yang dihadapi dilapangan.
 
Semoga apa yang telah dilakukan ini dapat memberi manfaat dan menjadi berkah untuk kita semua khususnya untuk kesejahteraan petani di Kab. Kubu Raya, aamiin...
 
-Selamat Hari Pangan Sedunia ke 41-
Tiada Hari Tanpa Panen, dan
Tiada Hari Tanpa Tanam...