JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Monitoring dan Evaluasi kegiatan Budidaya Padi Produksi Tinggi pada Lahan Pasang Surut di Kalimantan Barat

Senin (4/10), Tim BPTP Kalimantan Barat bersama Peneliti BBP2TP Prof. Dr. Ir. Sahardi, M.S., melaksanakan monev kegiatan kemitraan BPTP Kalbar dengan Badan Litbang Pertanian TA. 2021. Kegiatan ini merupakan pendampingan demfarm VUB Padi Produksi Tinggi di Lahan Pasang Surut seluas 10 ha yang berlokasi di Desa Parit Madiun, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubub Raya. VUB padi yang ditanam yaitu Inpara 2, Inpari 46, Inpari 37, Inpari 48, Inpari 32 dan Inpari IR Nutri Zinc dengan penerapan alsintan pada pra dan pasca panen.
 
Pertemuan ini disambut baik oleh teman-teman Petani Kooperator dari Poktan Karya Bersama, sembari berdiskusi menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani dilapangan.
Prof. Sahardi menyampaikan bahwa penerapan alsintan ini sangat perlu untuk diadaptasi oleh Petani, selain karena kemajuan teknologi, ini juga dapat membantu petani dalam melaksanakan kegiatan dilapangan, seperti penggunaan alat tanam rice transplanter. Selain itu, penggunaan VUB padi produksi tinggi harapannya memang dapat meningkatkan produktivitas padi di Kalbar yang tergolong relatif rendah. "Segala kegiatan yang sudah dilakukan disini, permasalahan yang dihadapi serta solusi yang sudah diterapkan, kita catat dan dapat dibuat rekomendasi mendukung kegiatan pertanian kedepannya," tutur beliau.
 
Petani merespon dengan baik dan menyampaikan bahwa melalui penerapan alsintan utamanya, lebih memudahkan petani dalam menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Selanjutnya, dilakukan monitoring pertanaman padi yang saat ini kondisinya terlihat baik dan padi VUB Inpari 46 sudah siap panen dalam waktu dekat ini. Dibeberapa varietas terhitung jumlah anakan rata-rata yaitu 30-40 anakan per rumpun. Permasalahan yang dihadapi petani masih pada serangan tikus, untuk itu berbagai pengendalian hama dan OPT rutin dilakukan oleh Tim BPTP Kalbar bersama petani agar pertanaman terus terjaga hingga panen tiba.
 
Diakhir pertemuan, BPTP Kalimantan Barat bersama Prof. Sahardi menyerahkan alat semprot (sprayer) mendukung kegiatan demfarm. Semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan permasalahan yang dihadapi dapat segera terselesaikan, aamiin...