JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Saluran irigasi tidak jalan karena saluran primer bendungan rusak, sudah bayak lahan disekitar bendungan merowi yang di tanami sawit.

Salah satu bentuk pendampingan Badan Litbang Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kabupaten Sanggau dilaksanakan kegiatan Demfam padi yang dilaksanakan di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini dilaksanakan pada musim tanam gadu dengan luasan 3 ha, varietas yang ditanam Cibogo dan Inpari 6.

Dengan tujuan untuk mempercepat penerapan komponen teknologi PTT padi oleh petani agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahataninya yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Adapun komponen teknologi yang diterapkan yaitu benih berlabel, sistem tanam legowo 4:1, umur semai 15-20 hari, benih yang digunakan 1-3 benih/lubang, pemupukan berdasarkan PUTS, Pengendalian OPT konsep PHT.

 

Pelaksanaan panen demfam yang dirangkai dengan kegiatan Temu Lapang dilaksanakan pada tanggal 7 September 2011, dihadiri oleh Asisten II Kab Sanggau, Kabag Perekonomian, Kadis Pertanian Kabupaten, Dinas Pertanian Propinsi, Kabadan Peyuluhan, Kadis Peindakop, Camat, Kapolsek, Damramil dan para kelompok tani. Untuk menentukan hasil panen dilakukan ubinan dengan ukuran panjang baris 2 m x 3 m (3 kali legowo) masing-masing 3 titik ubinan sehingga diperoleh hasil produksi varietas Cibogo 7,5 ton/ha dan varietas Inpari 6 hasilnya 7,8 ton/ha.

Setelah panen dilakukan dialog bersama masyarakat, ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya saluran irigasi tidak jalan karena saluran primer bendungan merowi rusak, agar masyarakat tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pada kebun sawait karena sudah bayak lahan disekitar bendungan merowi yang di tanamai sawit, komponen SLPTT yang mendasar adalah benih, sistem tanam legowo dan pemupukan berimbang. Diakhir acara dilakukan tebak hasil ubinan yang disponsori oleh Syngenta.

da hal yang menarik dirasakan oleh masyarakat desa tunggal bahkti dan sekitarnya terhadap Varietas Unggul Baru Inpari 6, bahwa daun bendera padi tegak sehingga letak buahnya tersembunyi dari burung tutur masyarakat, jadi tidak heran banyak minat petani tunggal bahkti dan sekitarnya untuk terus mengembangkan varietas tersebut ditambah lagi dengan hasil produktivitas tanaman yang cukup tinggi. Semoga varietas inpari 6 dan cibogo ini dapat terus berkembang di kabupaten sanggau secara umum.