Pelatihan Budidaya Cabe dengan Metode Teknologi Bacillus di Gapoktan Merak Mandiri Kabupaten Kubu Raya

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh Tietyk Kartinaty, SP, MP Dilihat: 55
Mengisi aktivitas di hari Sabtu (10/7/21) Peneliti (Tietyk Kartinaty, SP, MP) dan Penyuluh (Didik Anshori, S.TP dan Hartono, SP) BPTP Kalbar melakukan kegiatan Pelatihan Teknologi Budidaya Cabai dengan Metode penggunaan Bacillus bersama Tim Bank Indonesia (BI) Bapak Fadli Akbar beserta Tim yang dilakukan di Gapoktan Merak Mandiri Kabupaten Kubu Raya yang dihadiri Penyuluh, ketua kelompok dan anggota gapoktan.
 
Di hari pertama pelaksanaan pelatihan, Tim BPTP Kalbar memberikan materi tentang peranan dan mekanisme Mikroba dalam peningkatan Produksi Tanaman. Pertanian berkelanjutan memerlukan suatu inovasi bioteknologi yang dapat diterapkan dengan penggunaan mikroba Salah satunya bacillus. Beberapa kelebihan dari mikroba ini yaitu salah satu bakteri penting yang dapat mengikat unsur hara Posfor menjadi tersedia dan dapat diserap tanaman, mikroorganisme antagonis sebagai biokontrol agens terhadap penyakit tular tanah dengan menghasilkan senyawa antifugal yang bersifat kompetitor unsur hara bagi patogen dan yang paling penting dalam pertanian berkelanjutan dapat memperbaiki lingkungan fisik, kimia dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit.
 
Selain itu juga dijelaskan mekanisme kerja Bakteri Bacillus diantaranya menghasilkan senyawa fengycin dan bacillomycin serta senyawa peptid antibiotik sebagai antifugal yang menghambat pertumbuhan patogen dan memacu terbentuknya mekanisme ISR (induced System Resistance). Mengakhiri penyampaian materi bahwa mikroorganisme penting untuk pertumbuhan tanaman serta fungsi ekosistem dan pertanian berkelanjutan.
 
Kegiatan pelatihan ini, masih berlanjut pada esok hari dengan materi praktek pembuatan bacillus kepada gapoktan Merak Mandiri yang nantinya akan diaplikasikan dalam budidaya cabai rawit.
 
Kegiatan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.
 
"Agroinovasi tiada henti"
"Inovasi teknologi Penggunaan Mikroba menuju pertanian berkelanjutan".