JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Workshop Pengembangan dan Scaling Up Inovasi Teknologi FMA di Kabupaten Pontianak

Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) atau Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI), pada tahun 2011 memasuki tahun ke 5 (lima) yang merupakan tahun terakhir fase I.

Dalam  periode 2007-2010, Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian  (P3TIP) atau Farmer  Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) yang berlangsung di 18 wilayah BPTP seluruh Indonesia termasuk BPTP  Kalimantan Barat telah mampu mendorong motivasi petani meningkatkan kinerja usaha taninya.

Program yang menfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola oleh petani atau Farmer Managed Extention Activities (FMA) itu implementasinya menerapkan berbagai kegiatan yang meliputi pelatihan, workshop atau kegiatan diseminasi seperti peragaan demonstrasi  plot (demplot). Dari kegiatan tersebut tentu sudah ada pembelajaran positif yang mendorong petani mampu menjadi penyuluh swadaya bagi lingkungan sekitarnya. Optimisme tersebut didasarkan pada program P3TIP/FEATI yang mefasilitasi petani untuk merencanakan  dan mengelola sendiri  kebutuhan belajarnya, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Secara keseluruhan P3TIP/FEATI memiliki 5 (lima) komponen, antara lain ;

 

1. Penguatan sistem penyuluhan  kabupaten yang sesuai dengan kebutuhan petani,

2. Penguatan  kelembagaan dan kemampuan petugas,

3. Pengkajian dan diseminasi  teknologi pertanian kebutuhan petani,

4. Penyediaan layanan informasi pertanian, dan

5. Dukungan kebijakan penyuluh pusat.

Dari kelima komponen tersebut, Badan Litbang pertanian memiliki  tanggung jawab terhadap komponen ke-3 yaitu pelaksanaan kegiatan pengkajian dan diseminasi  teknologi kebutuhan petani.

Peningkatan skala atau Scaling Up  adalah suatu kegiatan peningkatan skala usaha yang dilakukan oleh FMA dalam menghasilkan suatu produk pertanian yang dibutuhkan pasar. Scaling up dapat bersifat horizontal maupun vertikal, yang dimaksud scaling up bersifat horizontal adalah peningkatan jumlah/kuantitas produk dengan kualitas produk yang sama, sedangkan scaling up vertikal adalah peningkatan kualitas produk.  Untuk mendukung scaling-up ini dibutuhkan inovasi teknologi melalui pembelajaran FMA.

Tujuan Workshop  pengembangan Scaling Up  Inovasi Teknologi  FMA, adalah untuk meningkatkan kinerja FMA ke arah peningkatan kualitas penggunaan inovasi teknologi dan perkembangan usaha FMA.

Workshop pengembangan Scaling Up Inovasi Teknologi FMA dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2011, bertempat di Desa Parit Banjar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Pontianak. Pemilihan lokasi pertemuan berdasarkan pertimbangan bahwa  Desa Parit Banjar merupakan salah satu daerah pengembangan padi dengan penambahan luas area tanam (pembukaan lahan baru) seluas ±25 hektar oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pontianak. Disamping tanaman padi, Desa Parit Banjar juga mengembangkan komoditi sayuran yang sudah menembus pasar kota Singkawang dan Bengkayang. Sedangkan pasar buah nanas sudah sampai ke negeri Jiran dengan jumlah permintaan berkisar antara 500 – 1000 buah per dua hari dengan harga jual Rp. 3.000 / buah.

Peserta Workshop  pengembangan dan scaling up inovasi teknologi FMA di Kabupaten Pontianak berasal dari 14 desa yang terdiri dari pengurus FMA,  petani , Penyuluh Swadaya dan PPL. Hadir juga Tim teknis FEATI Kabupaten Pontianak Bapak Ibnu Santara, Amd.  Sedangkan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat calon peneliti/penyuluh sebanyak 5 orang. Narasumber berasal dari pengurus FMA, Tim Teknis FEATI Kabupaten dan Penyuluh dari BPTP Kalimantan Barat.