Koordinasi dengan SKPD Kabupaten Sambas terkait Persiapan Pelaksanaan Kegiatan ICARE di Kalimantan Barat

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh Ester Justina Dilihat: 96
 
Menindaklanjuti persiapan kegiatan ICARE, Rabu (09/06/21), Tim ICARE BPTP Kalbar dan Balitbangtan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai, Dr. Rustan Massinai melakukan koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Ir. H. Mohammad Yayan Kurniawan, MM, Kepala Bappeda Kab. Sambas, Ir. Sabtuni, M.Si, Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda Kabupaten Sambas, Drs. H. Urai Heriansyah, Koordinator Penyuluh Kecamatan Tebas, Ibu Suliati, KEP Tebas Gemilang Jaya (offtaker padi), Bapak Sumadi, dan offtaker jeruk, Bapak Sarpili.
 
Koordinasi ini dilakukan dalam rangka penentuan lokasi Kegiatan ICARE Komoditas Jeruk dan Padi di Kalimantan Barat. "Saya berharap dengan adanya Program ICARE, dapat menjawab permasalahan di Sambas, salah satunya adalah benih, pupuk dan alsintan. Benih padi yang ada selama ini selalu bergantung pada bantuan dari Kementerian Pertanian, penggunaan benih unggul masih 20% . Demikian juga dengan ketersediaan pupuk agar petani tidak kesulitan untuk mendapatkannya. Alsintan juga sangat dibutuhkan terutama dalam olah tanah. Semoga Program ICARE dapat menaikan secara signifikan produktivitas komoditas jeruk dan padi di kabupaten Sambas, jangan sampai banyak program namun peningkatan produktivitas stagnan sehingga kita tidak dapat mengambil manfaat dari kegiatan yang ada. Permasalahan jeruk adalah yang bisa di panen hanya 2 bulan dalam setahun sehingga untuk 10 bulan lainnya ketersedian buah diisi oleh buah impor, oleh karena itu diperlukan teknologi bujangseta yang dapat menyediakan buah sepanjang tahun." ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
 
Dalam kesempatan ini, offtaker padi dan jeruk juga menyampaikan permasalahan yang dirasakan. Untuk padi, masyarakat Kalimantan Barat lebih dominan menyenangi beras pulen namun untuk penggunaan VUB masih 20% saja oleh karena itu diperlukan pendampingan kepada petani terkait penggunaan VUB. Pemasaran sudah jelas karena sudah sampai ke Kota Pontianak. Untuk komoditas jeruk, penyakit CVPD masih tinggi, masalah lain yaitu permodalan petani terutama dalam pengepakan, dan harga jual yang tidak stabil.
 
Maksud dan tujuan dari Kegiatan ICARE yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 disampaikan secara langsung oleh salah satu anggota Tim ICARE Balitbangtan, Ir. Agus Muharam, M.Sc., Kegiatan ICARE dilatarbelakangi oleh kebijakan RPMN tahun 2020-2024 yang tertuang kebijakan pertanian berbasis kawasan koorporasi. “Semoga dengan adanya koordinasi ini dapat menghasilkan sinergi yg kolaboratif antara SKPD terkait dan offtaker. Mendengarkan masukan dari SKPD terkait untuk penentuan lokasi yang paling tepat. Harapannya kegiatan ICARE dapat menjawab permasalahan petani dan memberikan solusi terbaik untuk memajukan usahatani padi dan jeruk di Kabupaten Sambas.” tutur beliau.