JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Workshop Implementasi dan Percepatan Kegiatan Riset Dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Balitbangtan Tahun 2021

 
RPIK merupakan kegiatan Litbangjirap Pertanian Prioritas Tematik, Strategis, Inovatif, dan Terpadu yang ditetapkan berdasarkan kebijakan Kepala Badan Litbang Pertanian dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh UK/UPT Balitbangtan dengan melibatkan lembaga litbang lain, dan stakeholder terkait.
 
Kamis (3/6), Kepala Balai Dr. Rustan Massinai menghadiri secara fisik kegiatan Workshop RPIK Balitbangtan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Alana, Yogyakarta. Tim RPIK Jeruk BPTP Kalbar turut mengikuti Workshop tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting Room.
 
Kegiatan diikuti oleh peserta dari seluruh perwakilan UK/UPT lingkup Balitbangtan. Acara dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang Pertanian , Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., didampingi Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Kepala Badan menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian mempunyai peran yang sangat penting dalam keberhasilan pembangunan dan pengembangan pertanian Indonesia pada masa pandemik Covid-19.
Dalam pertemuan juga dibahas mengenai progress kegiatan, percepatan realisasi, kebijakan RPIK dalam perspektif pembangunan nasional, pengelolaan anggaran dalam riset kolaboratif, dan penyusunan rencana detil dan tindak lanjut kegiatan RPIK oleh masing-masing penanggungjawab kegiatan.
 
Puslitbang Hortikultura, Balitjestro dan BPTP Kalimantan Barat akan berkolaborasi mengawal dan mendampingi kegiatan RPIK yang rencananya akan dilaksanakan di Kab. Sambas, Kalimantan Barat. Komoditas yang akan dikembangkan adalah Jeruk Siam Pontianak. Potensi pegembangan jeruk di Sambas sangat potensial untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Siam di Sambas, hal yang perlu di selesaikan yakni permasalahan dari hulu sampai hilir. Kita akan terapkan inovasi teknologi Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta), sehingga dengan teknologi Bujangseta dapat membuat buah jeruk terdistribusi sepanjang tahun dan impor buah jeruk dapat di tekan.
 
Pertemuan dilaksanakan untuk memacu efisiensi kegiatan yang akan berlangsung, dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Melalui koordinasi ini, diharapkan setiap instansi yang terlibat dapat bekerjasama dengan baik, sehingga terjalin komunikasi dan kolaborasi yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan pembangunan pertanian di Indonesia.