JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Progress Prakerin Pelajar SMK di IP2TP Sungai Kakap

Masa Praktek Kerja Industri (Prakerin) siswa-siswa SMK di IP2TP Sungai Kakap telah memasuki bulan kedua. Pada saat ini, para siswa diajak melakukan pembibitan berbagai macam tanaman sayuran yang nantinya akan ditanam di lahan maupun di polibag-polibag. Benih-benih tanaman seperti cabai, tomat, dan terong disemai pada potray untuk memudahkan perawatan dan seleksi. Sedangkan benih sawi kailan dan kangkung ditanam langsung pada polibag-polibag yang telah disiapkan sebelumnya. Hasilnya, telah disemai benih kangkung 360 butir, sawi kailan 180, bayam 200, kubis bunga 200, tomat 800, cabe besar 300, cabe keriting 300, terong 300 dan cabe rawit 300.
 
Para siswa juga membantu perawatan berbagai komoditi yang ditanam pada lahan seluas 4 ha. Termasuk diantaranya adalah varietas-varietas padi unggul seperti Baroma, Nutrizink, Pamelen dan Inpago 9 yang saat ini telah memasuki fase pengisian dan pemasakan bulir padi. Pada areal yang sama, komoditi lain yang ditanam termasuk tomat, cabai, terong, bawang daun, timun, dan jagung manis yang juga telah memasuki fase panen atau menjelang panen. Disini, para siswa-siswi juga belajar tentang bubidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Menurut Nisa, siswi magang yang berasal dari SMK 1 Paloh, merawat sayuran hidroponik sangat mudah dan menyenangkan. “Tanaman hidroponik disini dibudidayakan secara organik tanpa menggunakan pestisida kimia”, imbuhnya. Selain praktek langsung, para siswa juga mendapatkan pengetahuan dari materi-materi yang disampaikan oleh para penyuluh dari BPTP Kalbar. Pada setiap akhir pekan, penyuluh BPTP akan berkunjung ke IP2TP dan memberikan pelajaran-pelajaran kepada para siswa.
 
Prakerin merupakan periode yang penting bagi para siswa SMK maupun bagi IP2TP Sungai Kakap. Para siswa terlibat langsung dalam pengelolaan kebun percobaan dan mempelajari seluk beluk dunia kerja, yang dalam hal ini adalah dunia pertanian. Praktek budidaya dari mulai pembibitan, penanaman, perawatan sampai panen, bahkan pemasaran hasil telah mereka pelajari. Disisi lain, bagi IP2TP keberadaan siswa menjadi momen yang baik untuk mendiseminasikan teknologi pertanian masyarakat di luar institusi Badan Litbang Pertanian.