JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Potensi Pengembangan Pinang Seluang Sebagai Komoditas Ekspor Unggulan Kalimantan Barat

Pinang di beberapa daerah merupakan salah satu tanaman jenis palma yang tumbuh didaerah Pasifik, Asia, dan Afrika bagian timur. Di Indonesia mulai banyak dikembangkan sebagai kamoditas perkebunan di Aceh, Jambi, Riau, hingga ke Kalimantan.
Tanaman pinang mempunyai banyak manfaat mulai dari pohon sampai buahnya. Di dunia kesehatan, pinang digunakan sebagai obat beragam penyakit, mulai dari kanker, diare, cacingan hingga masalah kesehatan reproduksi sehingga pinang sangat laku untuk diperdagangkan. Umumnya biji pinang dikeringkan untuk diperdagangkan dipasar domestik maupun ekspor.
Pinang dengan nama dagang Betel Nut dan memiliki Harmonized Code (HS) 080280 dari Indonesia sangat diminati oleh banyak negara importir pinang seperti India, Pakistan, Bangladesh, Thailand, Myanmar, Nepal,Tiongkok, Saudi Arabia hingga Inggris.
Kalimantan Barat mempunyai potensi besar untuk pengembangan pinang untuk komoditas ekspor, dengan luas wilayah dan kondisi lahan yang baik untuk pengembangan pinang. Di daerah Punggur Kec. Sungai Kakap Kab. Kubu Raya telah berkembang tanaman pinang lokal unggulan dengan nama Pinang Seluang. Dengan buah berwarna jingga dan berbentuk lonjong, pinang seluang unggul ini dapat berbuah pada umur 3-3,5 tahun setelah tanam. Jumlah buah pertandan normal nya 150 sampai 250 biji.
Menurut Dr. 
Rustam Massinai
, S.T.P., M.Sc., Kepala  , BPTP Kalbar akan membantu pengembangan pinang seluang di punggur dengan penggunaan teknologi-teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Hal ini disampaikannya saat kunjungan ke lokasi persemaian pinang seluang di Desa Punggur Kec. Sungai Kakap Kab. Kubu Raya (20/01/2021).
Turut hadir pada kunjungan ini Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan, Rita Fitriani dan Direktur PT Salama Berkah Madani, Mustafa selaku pengusaha ekspor impor Kalimantan Barat. Saat ini, pertanaman pinang seluang masih belum dimanfaatkan secara optimal secara jarak tanam, pemupukan, hingga pascapanen. Diharapkan dengan penerapan teknologi yang tepat, maka hasil yang didapatkan akan lebih optimal.