JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Uniknya Penyuluhan Pertanian; "Tidak ada Podium, Jembatan pun jadi"

Dalam rangka scalling up inovasi teknologi oleh FEATI BPTP Kalimantan Barat maka kegiatan Ujicoba Teknologi Padi Inpara-3 di FMA Desa Sui Nipah, Kabupaten Pontianak, dilakukan scalling up dari 1 hektar menjadi 40 hektar melibatkan sekitar 60 petani.  Penyerahan sarana produksi 1.000 kg benih padi dilakukan secara simbolik oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat kepada penyuluh swadaya, Bapak Hanafi, bersamaan dengan ritual tolak bala untuk memohon perlindungan Allah SWT agar VUB Padi pasang surut dari FEATI BPTP Kalimantan Barat seluas 40 hektar ini terlindung dari malapetaka dan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sesuai tujuan program FEATI.

Masalahnya ritual pembacaan doa tolak bala dilakukan di tengah areal padi seluas 200 hektar dengan pematang selebar 1 meter tanpa ada tenda atau saung.  Jembatan desa di tempat acara pun diubah menjadi “podium” dan Kepala BPTP Kalimantan Barat dengan lantang memberikan arahan kepada sekitar 75 petani di FMA Desa Sungai Nipah dari atas “podium” ini.  Hari ini 20 April 2011 lahirlah peribahasa baru: “Tidak ada podium, jembatan pun jadi”. 

Itulah uniknya penyuluhan pertanian.  Dulu ada mitos di kalangan petani bahwa tidak mungkin menanam padi pada lahan pasang surut dua kali setahun. Maka BPTP Kalimantan Barat dilarang petani “omong doang”.  Bagi petani yang penting bukti nyata di lapangan dan BPTP Kalimatnan Barat sudah membuktikannya. Ujicoba Padi Inpara-3 di FMA Desa Sungai Nipah pada MT Gadu 2009 menghasilkan 4 ton/ha karena padi lokal mereka hanya 2 ton/ha.  Petani pun terkejut walaupun yang ikut hanya 10 ha.  Melihat hasil ini maka petani pun meniru sehingga MT Gadu 2010 luasannya naik menjadi 100 hektar.  Bersyukur hasilnya bagus sehingga MT Gadu 2011 ini luasannya naik lagi menjadi 200 hektar.  Artinya hampir seluruh petani sudah berubah dari menanam padi lokal setahun sekali menjadi menanam VUB dari Badan Litbang Pertanian dua kali setahun. 

Selain Inpara-3 yang tekstur nasinya keras sehingga disukai petani agar tidak cepat lapar juga dikembangkan varietas lain.  Penyuluh swadaya, Bapak Hanafi, memperoleh pesanan untuk pasar di Kota Pontianak yaitu beras dari VUB Cibogo.  Melalui bantuan BPTP Kalimantan Barat maka dimulailah pertanaman VUB Cibogo seluas 40 hektar.  Hasilnya akan dikhususkan untuk pasar di Kota Pontianak.