BPTP Kalimantan Barat lakukan Pendampingan Gernas Kakao di Kabupaten Sanggau

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh E.M.Rachmat dkk Dilihat: 3586

Sejak dicanangkan pada tahun 2009 baru pada tahun 2011 ini BPTP Kalimantan Barat terlibat langsung dalam program Gernas Kakao yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat produktivitas dan mutu hasil kakao secara nasional. Seperti diketahui pada intinya ada tigal hal yang harus dilakukan pada pelaksanaan program ini yaitu : 1) Peremajaan tanaman yang telah tua yang dilakukan pada pertanaman yang telah berumur > 25 tahun, 2) Rehabilitas tanaman yang dilakukan pada pertanaman yang berumur 20 – 15 tahun dengan menggunakan teknologi sambung samping dan 3) Program intensifikasi tanaman yang dilakukan pada pertanaman yang berumur 15 – 20 tahun. Terkait dengan hal ini BPTP Kalimantan Barat melalui kegiatan “Pendampingan Gernas Kakao pada >60 % Lokasi untuk Peningkatan Produktivitas >15 %, “ telah mengerahkan tim Penelitinya untuk terjun langsung ke lapangan dalam rangka mendukung keberhasilan program ini.

Program Gernas Kakao di provinsi Kalimantan Barat telah dimulai pada tahun 2010 dan tersebar dibeberapa kabupaten antara lain di Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan kota Singkawang. Rencananya program pendampingan ini akan berlangsung secara multiyears sampai akhir tahun anggaran 2014.  Pada tahun ini program pendampingan akan difokuskan di kabupaten Sanggau pada  kawasan >60 lokasi Gernas Kakao yang ada di kabupaten Sanggau sesuai dengan SK Bupati Sanggau nomor 327/2010 tentang penetapan Kelompok Tani Penerima Bantuan Kegiatan Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional di kabupaten Sanggau.

Bentuk pendampingan yang dilakukan di kabupaten Sanggau oleh Tim Pendamping dari BPTP Kalbar antara lain adalah : a) Pembuatan demplot kebun intensifikasi, rehabilitasi dan kebun peremajaan masing-masing dalam skala luasan 0,5 Ha, b) sebagai nara sumber, c) Mengadakan pelatihan-pelatihan, d) Penentuan dosis pupuk berimbang berdasarkan analisis tanah dan e) Penyebaran infromasi dalam bentuk brosur dan leaflet. Saat ini yang telah dilakukan adalah pembuatan demplot peremajaan tanaman dan kebun rehabilitasi dengan menggunakan teknologi sambung samping. Untuk demplot kebun intensifikasi yang lokasinya terletak di desa Bungkang hanya akan diberikan panduan teknis tentang pemupukan berimbang yang harus dilakukan melalui penyebaran leaflet yang dibagikan kepada anggota kelompok tani peserta Gernas Kakao.

Pada pembuatan demplot peremajaan tanaman yang dilakukan di dusun Ruis desa Pengadang kecamatan Sekayam telah dilakukan penanaman dengan menggunakan bibit Somatic emrbyogenesis (SE). Bibit yang merupakan hasil kultur jaringan ini menurut para petani diterima melalui Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar yang dikirim dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) Jember. Pada saat didatangkan ukuran bibit baru sekitar 10 cm tingginya yang kemudian diaklimatisasikan lagi di kebun pesemaian sampai berumur 5-6 bulan dan telah siap ditanam di lapangan. Meskipun telah cukup besar namun pada saat ditanam dilapangan tetap diberikan pelindung sementara yaitu dengan menggunakan daun kelapa sebagai atap naungannya.

Pada pembuatan demplot rehabilitasi tanaman yang menggunakan teknologi sambung samping, telah ditetapkan lokasinya di desa Sotok, kecamatan Sekayam, kabupaten Sanggau. Di sini telah tersedia pertanaman kakao hasil sambung samping pada kawasan 100 ha yang diikuti oleh 6 kelompok tani yang terdiri dari kelompok tani Mudip Bauh 1 (MB-1), MB-2, MB-3 dan kelompok tani Sotok Hulu. Untuk keperluan demplot telah ditetapkan salah satu areal pertanaman yang telah dilakukan sambung samping dengan tingkat keberhasilannya sekitar 70 %. Pertumbuhan tanaman hasil sambung samping ternyata cukup baik, sejak dilakukan penyambungan pada bulan Nopember 2010 sampai saat ini pertumbuhannya cukup pesat dimana panjang batang pokok hasil sambung samping ada yang mencapai panjang satu meter dan rata-rata telah bercabang dua. Tim Pendamping Gernas Kakao dari BPTP KALBAR sampai saat ini telah melakukan dua kali pertemuan dengan kelompok tani peserta Gernas Kakao baik di dusun Ruis maupun di desa Sotok. Dalam kedua pertemuan tersebut telah disosialisasikan peran BPTP Kalbar dalam program pendampingan Gernas Kakao.