JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

PUTK/PUTS dan BWD, Teknologi Primadona SLPTT Kabupaten Bengkayang

 Pelatihan Pengunaan PUTK/PUTS  dan BWD di lokasi SLPTT kab. BengkayangSalah satu program Kementerian Pertanian dalam mendukung program percepatan peningkatan produksi padi nasional adalah Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). Dalam hal ini peneliti/penyuluh Badan Litbang Pertanian termasuk didalamnya BPTP Kalbar dituntut berperan nyata memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan/pengawalan teknologi untuk mempercepat penyebaran dan adopsi teknologi budidaya padi dan jagung di tingkat lapangan. Kegiatan pendampingan SL-PTT ini meliputi apresiasi teknologi PTT, demplot penerapan PTT dan bimbingan lapang.

Kegiatan pendampingan dan pengawalan teknologi SL-PTT dilaksanakan oleh LO (liason officer) masing-masing Kabupaten di Kalimantan Barat. SLPTT kabupaten Bengkayang dikawal oleh 4 orang peneliti dari BPTP kalbar. Kegiatan pendampingan dan pengawalan SL-PTT ini disambut antusias oleh penyuluh dan petani di Kabupaten Bengkayang. Bentuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa demplot VUB padi dan jagung, demplot PTT padi dan jagung, sebagai nara sumber dalam pertemuan SL-PTT dan melakukan pelatihan tentang teknologi mendukung SL-PTT  bagi kelompok – kelompok petani pelaksana SLPTT.

Kegiatan pelatihan teknologi pendukung SLPTT diisi dengan pengenalan teknologi- teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian antara lain pengenalan teknologi Perangkat Uji Tanah Sawah dan lahan Kering (PUTK/PUTS), Bagan Warna Daun (BWD), M-Dec, Tanam Legowo, Pengendalian Hama tikus dengan pagar plastik dan teknologi lainnya. Metode yang dilakukan dalam pelatihan ini dilakukan dengan diskusi (secara dua arah) dan praktek langsung. Secara keseluruhan PPL dan petani di kabupaten Bengkayang sangat respon dan tertarik dengan teknologi yang diberikan dalam pelatihan khususnya alat PUTS/PUTK dan BWD. Kedua teknologi tersebut mendapat respon yang sangat baik dari PPL dan petani karena dapat membantu petani dalam menentukan dosis dan waktu pemupukan yang tepat dan juga mudah penerapannya di lapangan. Untuk merespon ini BPTP Kalbar mendistribusikan BWD kepada PPL di setiap kecamatan untuk dapat membantu petani dilapangan. Sementara untuk PUTK/PUTS BPTP belum dapat mendistribusikannya disebabkan karena harga yang lumayan mahal dan diharapkan Dinas Pertanian dapat mengadakan alat ini untuk setiap kecamatan. Tapi ada juga beberapa kelompok tani yang bersepakat untuk membeli alat tersebut untuk menunjang kegiatan budidaya padi dan jagung di kelompok mereka.