JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, yang jatuh setiap tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal, BPTP Kalbar mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Jum’at 25 Februari 2011 / 22 Robi’ul Awwal 1432 H. diselenggarakan di aula BPTP Kalbar, dihadiri oleh karyawan/karyawati dan Dharma Wanita yang beragama Islam. Acara berlangsung hikmat dengan dilantukannya ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Hamdani, disusul ceramah oleh Ust. Jalaluddin.

Acara diawali dengan sambutan oleh Bapak Jiyanto selaku Kepala Balai. Beliau menekankan pentingnya kegiatan seperti ini selain dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan juga dapat menjadi wahana silaturrahmi bagi keluarga besar BPTP Kalbar. Selain itu beliau juga mengingatkan bahwa prestasi karyawan di kantor dimulai dari dukungan di lingkungan rumah. Beliau mencontohkan, seorang ustadz bisa begitu baik manyampaikan ceramahnya di luar rumah karena sebelumnya telah membuat persiapan di rumah, dan hal ini membutuhkan pengertian dan dukungan dari seorang istri. Hal yang demikian beliau harapkan terjadi lingkungan rumah tangga para karyawan/karyawati BPTP Kalbar.

Sebagai acara puncak adalah ceramah oleh Ust. Jalaluddin, yang menyampaikan nilai penting peringatan Maulid Nabi agar umat islam mengenal sosok Nabi Muhammad SAW dan menumbuhkan kecintaan terhadapnya. Inti dari uraian ceramah beliau antara lain: Pertama, umat Islam jangan lagi memperdebatkan boleh/tidaknya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian budaya yang mengandung nilai-nilai ibadah. Sementara itu, malahan diam saja terhadap peringatan valentine day yang jelas-jelas merupakan budaya barat dan jelas pula unsur mudharatnya. Kedua, Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi dan Rasul. Hal ini berarti tidak ada lagi Nabi/Rasul yang diangkat oleh Allah setelah wafatnya beliau SAW sehingga jika ada kelompok atau aliran tertentu yang mengakui adanya Nabi setelah beliau SAW, maka mereka adalah golongan sesat yang tidak boleh menyebut dirinya Islam. Ketiga, umat Islam harus berusaha meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW termasuk dalam berumah tangga. Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya dalam memperlakukan keluarganya. Rasul terbiasa melakukan pekerjaan sendiri dan berusaha untuk tidak merepotkan orang lain sekalipun istrinya. Rasul memberikan panggilan yang indah terhadap istrinya ‘Aisyah dengan Khumairo (artinya, pipi yang kemerah-merahan).

Semoga Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada beliau Junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang sangat kita harapkan syafa’atnya di akhirat kelak.