Teknologi Perbaikan Mutu Buah Jeruk Keprok Terigas akibat Burik Kusam

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh arry supriyanto dkk Dilihat: 4549

Dalam rangka menanggulangi rendahnya mutu buah jeruk Keprok Terigas akibat burik kusam, dilakukan pengkajian teknologi perbaikan mutu buah jeruk di Sambas. Pengkajian dilaksanakan di kebun produktif Jeruk Keprok Terigas berumur 6 tahun milik petani, yang memiliki catatan bermasalah dengan pecah buah sekitar 40-60%. 

Pengkajian dimulai dari bulan Maret 2010 hingga Maret 2011. Rancangan pengkajian  menggunakan Split Plot dengan petak utama terdiri dari 1) parit digenangi jika tidak terjadi hujan minimal 3 hari; dan 2) parit tidak digenangi. Anak petak terdiri dari 1) pupuk anorganik (teknologi petani), 2) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa, dan 3) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa + (Ca + B), dengan ulangan empat kebun Jeruk Keprok Terigas milik petani dan unit percobaan 10 pohon. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa fluktuasi kadar air tanah dan ketinggian air tanah yang mendorong terjadinya pecah buah sangat terkait dengan pola hujan di daerah setempat, selain ketinggian air pasang yang masuk ke kebun. Teknologi penggenangan pada parit kebun terbukti mampu menekan pecah buah hingga 65.7 % dari buah yang berasal dari pohon yang paritnya tidak digenangi ketika tidak terjadi hujan.

 

Berdasarkan analisis statistik hingga 22 minggu SBM menunjukkan, bahwa pecah buah hanya dipengaruhi oleh perlakuan penggenangan parit drainase kebun selama tidak turun hujan dan bukan dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara maupun interaksi kedua faktor. Pada saat  18-22 minggu SBM, pecah buah lebih banyak terjadi pada kebun jeruk yang parit drainasenya dua pintu airnya dibuka selama tidak turun hujan, dibandingkan yang ditutup pintu airnya. Kondisi basah pada parit drainase kebun terbukti mampu menurunkan persen pecah buah yang pada 22 minggu SBM sebesar mencapai 65,7%.

Pola hujan, fluktuasi kadar air tanah, dan ketinggian air tanah erat berhubungan dengan fenomena pecah buah. Penggenangan parit drainase selama tidak ada hari hujan dapat menekan % pecah buah hingga 65,7% dari buah yang berasal dari pohon yang paritnya tidak ditutup.Perlakuan penambahan hara belum menunjukkan perbedaan yang berarti, walaupun demikian perlakuan paling lengkap mulai menunjukkan pelambatan komulatif persen pecah buah.