Percepatan Difusi Teknologi Pengendalian Penyakit CVPD di Kabupaten Sambas

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh arry supriyanto dkk Dilihat: 3836

Sekitar 30 % dari komoditas jeruk di Kabupaten Sambas saat ini telah terserang penyakit CVPD, sehingga diperlukan suatu system penyuluhan yang meliputi pengkajian adopsi teknologi secara cepat dan tepat untuk menanggulangi masalah tersebut. Pengkajian teknologi pengendalian penyakit CVPD ini bertujuan mempercepat alih inovasi teknologi pengendalian penyakit CVPD di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Tebas mulai Februari hingga November 2010. Pengkajian terdiri dari 3 kegiatan utama, yaitu (1). Pengkajian Efektivitas Teknologi Anjuran Pengendalian Penyakit CVPD, (2). Pengkajian Peningkatan 15% Produksi Jeruk Melalui Sinergisme Peran Antar Pelaku Agribisnis Jeruk, dan (3). Pengkajian Peningkatan Adopsi dan Difusi Teknologi Pengendalian Penyakit CVPD. Dalam pelaksanaannya, pengkajian ini dirancang dalam satu kegiatan besar penanggulangan penyakit CVPD. Keberhasilan pengkajian ini dapat dilihat dari sisi teknologi maupun peningkatan kelembagaan petaninya.

 

Dari sisi teknologi, penyakit CVPD dikendalikan melalui penerapan PTKJS yang dititiberatkan pada teknologi pengendalian CVPD sebagai komponen teknologi utama yaitu (1) pengendalian vektor CVPD, (2) eradikasi tanaman positif terinfeksi CVPD, dan (3) Penanaman kembali dengan menggunakan bibit jeruk berlabel bebas penyakit. Selain teknologi utama, terdapat pula teknologi pendukung yaitu pemangkasan pemeliharaan, pemupukan dan penyiraman, pengendalian penyakit burik kusam, pengendalian penyakit diplodia, dan panen tepat waktu. Teknologi tersebut diterapkan pada 1 kebun demoplot seluas 1 ha dan sebagian tanaman dari 10 kebun lain di gapoktan yang sama dengan demoplot. Untuk peningkatan kelembagaan petani, dilakukan pemberdayaan untuk meningkatkan ‘awarness’ petani terhadap penyakit CVPD, bahaya dan upaya penanggulangannya yang dilakukan melalui penyuluhan. Penerapan teknologi anjuran menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mengendalikan kutu loncat sebagai vektor CVPD baik telur, nimfa maupun imagonya. Efektivitas teknologi pengendalian penyakit CVPD di Demoplot telah mencapai 84%. Efektivitas teknologi anjuran peningkatan produksi buah >15% dan mutu buah baru bisa dievaluasi setelah panen yang diperkirakan pada Maret 2011.