JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Pembuatan Kompos Jerami Padi menggunakan Dekomposer M-Dec

BPTP Kalimantan Barat dalam rangka pendampingan dan bimbingan teknologi SL-PTT padi telah melakukan pelatihan pembuatan kompos jerami padi dengan menggunakan decomposer M-Dec. Pelatihan dilakukan di desa Pauh, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak yang diikuti oleh 50 orang terdiri dari anggota Gapoktan, kelompok tani dan petugas penyuluh Lapang. Dalam pelatihan ini, BPTP Kalimantan Barat memperkenalkan bahan decomposer M-Dec untuk mempercepat proses pengomposan.

 
Jerami Padi merupakan salah satu sumber bahan organik yang dapat dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pada umumnya  setelah habis panen petani membakar jerami padi dan dikembalikan ke lahan sawah, namun cara demikian dapat mengakibatkan kehilangan bahan organik yang cukup tinggi pada lahan sawah pada setiap musim tanam.   Jika dikembalikan langsung ke lahan sawah pembusukan jerami padi membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 1 – 1,5 bulan sehingga lebih dianjurkan dikembalikan dalam bentuk kompos. 
 
Manfaat penggunaan kompos jerami antara lain : limbah jerami menjadi tidak terbuang, memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, meningkat daya menahan air sehingga mempertahankan dan meningkatkan kelembaban tanah, menyediakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit, serta meningkatkan efisiensi pemupukan (mengurangi penggunaan pupuk kimia), menekan biaya penggunaan pupuk serta meningkatkan produksi. Kandungan beberapa unsur hara untuk 1 ton kompos jerami padi adalah : unsur makro Nitrogen (N) 2,11 %, Fosfor (P2O5) 0,64%, Kalium (K2O) 7,7%,  Kalsium (Ca) 4,2%, serta unsur mikro Magnesium (Mg) 0,5%, Cu 20 ppm, Mn 684 ppm dan Zn 144 ppm. Dengan penggunaan minimal 1 ton kompos jerami maka penggunaan pupuk kimia KCL dapat dikurangi sehingga petani dapat menghemat biaya pembelian pupuk kimia.
  

Proses pembuatan kompos jerami sebagai berikut :

1.     Siapkan media yaitu jerami sebanyak 1 ton dan M-dec sebanyak 1 kg yang dilarutkan kedalam 10 liter air. Usahakan tempat pembuatan kompos terlindung dari sinar matahari langsung, bisa dibawah atap pondok atau dibawah pohon dengan alas atau lantai dibuat agak tinggi untuk menghindari genangan air.
2.     Campurkan bahan organik lain jika tersedia (pupuk kandang atau limbah pertanian lainnya) kemudian diaduk merata.
3.     Buat lapisan setinggi 60 cm, kemudian tumpukan jerami disiram dengan larutan M-Dec secara merata pada bahan dasar kompos, kemudian dilapisi lagi setinggi 60 cm dan disiram M-Dec secara merata. Demikian seterusnya dilakukan sesuai dengan kapasitas bahan yang diproses. Kemudian media kompos ditutup dengan terval agar terhindar dari hujan dan proses dekomposisi dapat berjalan dengan baik.  
4.     Selama proses pengomposan, tambahkan air pada media kompos untuk mempertahankan kadar air dan kelembaban tetap berkisar 50 sampai 60 %.
5.     Tumpukan bahan tersebut dibalik seminggu sekali dengan waktu proses pengomposan selama 2-3 minggu. Jika ingin mempercepat waktu pengomposan, bisa ditambahkan pupuk urea sebanyak 2,5 kg per ton bahan organik.
6.     Ciri-ciri kompos yang telah matang (dapat digunakan) yaitu warna menjadi coklat kehitaman, terjadi perubahan bentuk menjadi remah, tidak berbau, suhu tidak panas.