JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Padi Sawah Tahan Hama Wereng Coklat Di Kalimantan Barat

Pengujian adaptasi dan potensi hasil galur-galur harapan (promising line) merupakan tahap yang penting dalam suatu program pemuliaan tanaman. Hal ini disebabkan karena pada tanaman terdapat interaksi genetik dan lingkungan yang dapat dibuktikan dengan adanya perubahan peringkat apabila sejumlah galur ditanam pada lingkungan yang berbeda. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan VUB berbasis agroekosistem dan spesifik lokasi, varietas toleran kekeringan, naungan, suhu rendah, dan tahan hama wereng coklat, penyakit tungro, dan hama penyakit utama lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaan galur harapan padi sawah irigasi tahan hama wereng coklat,adaptif, dan cocok di kembangkan di Kalbar.

Kegiatan uji multilokasi galur padi sawah ini dilaksanakan di desa Peniti Dalam I Parit Sei Abu Bakar Kecamatan Segedong Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat, yang merupakan daerah endemik hama wereng Coklat. Kegiatan ini dilaksanakan pada musim Rendengan yaitu pada bulan Agustus 2009 dan panen dilaksanakan pada bulan Desember 2009. Uji multilokasi menggunakan 12 galur harapan, 2 varietas unggul, dan 1 varietas lokal  padi sawah sebagai pembanding (kontrol), yang berasal dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi. Pengujian dilakukan dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) ulangan.

Dari hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang nyata antar galur yang diuji ditinjau dari komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil. Berdasarkan rata-rata hasil gabah kering giling diperoleh 9 galur yang produksinya rendah, dimana galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) menunjukkan Berat Gabah kering giling bersih  terendah yaitu (0,54 ton/ha) dan ada 6 galur yang produksinya tinggi, dimana  Galur No.15 (Salimah/lokal) menunjukkan  Berat Gabah kering giling bersih tertinggi (3,85 ton/ha) yang disusul oleh galur No.11 (BP9728-3B-1)(3,55 ton/ha), galur No.7 (BP3782C-13-2) (3,72 ton/ha), galur No.3 (BP2856-2E-14-1 )(3,31 ton/ha), galur No.2 (BP2842E-14-2) (3,12 ton/ha), dan galur No.1 (BP2450-15-1) (3,24 ton/ha).

 

Dari sifat Agronomisnya galur No.15 (Salimah/lokal) memberikan keragaan yang baik untuk: Tinggi Tanaman generatif (117,85 cm). Galur No.10 (BP4124-1F-3-2) untuk: Jumlah Anakan produktif per Rumpun atau jumlah Malai per Rumpun  pada Fase generatif  (18 batang/rumpun). Galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) untuk: umur fase berbunga (36 hari) dan umur tanaman Panen (72 hari). Galur No.15 (Salimah/lokal) untuk: Panjang Malai terpanjang (22,4 cm). Galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) untuk:Panjang Malai terpendek (14,55 cm). Galur No.11 (BP9728-3B-1) untuk: Jumlah Gabah per Malai  (98 buah/malai). Galur No.1 (BP2450-15-1) untuk: Berat 1.000 butir  (28,5 gram). Galur No.11 (BP9728-3B-1) untuk: Berat gabah per rumpun  (20,51 gram). Dan Galur No.15 (Salimah/lokal) untuk: Berat Gabah kering panen atau Berat gabah kotor per Petak (8,4 kg/petak) dan Berat Gabah kering giling bersih per Petak (7,7 kg /petak ).

Dari rata-rata intensitas serangan hama dan penyakit ternyata serangan OPT Bacterial Leaf Blight (BLB) tertinggi terdapat pada galur No.13(Conde) dengan intensitas serangan 15 % sedangkan yang terendah terdapat pada galur No.4(BP3350-3E-KN-22-2-2*B), No.6(BP3778E-16-3-2-1*B), dan No.10 (BP4124-1F-3-2) dengan intensitas serangan 0% dan untuk rata-rata intensitas serangan OPT Blast tertinggi  terdapat pada galur No.6(BP3778E-16-3-2-1*B) dengan intensitas serangan 3,5 % sedangkan yang terendah terdapat pada galur No.9 (BP4110-1D-28-3) dengan intensitas serangan 0,2 %. Sedangkan untuk rata-rata intensitas serangan OPT Rice Tungro Virus (RTV) dan Wereng Coklat (WCK) intensitas serangan pada semuia galur 0%, berarti galur yang di uji cobakan ini cukup tahan terhadap OPT  atau hama penyakit ini.