JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Padi Sawah Yang Cocok Dikembangkan di Kalbar

Pengujian adaptasi dan potensi hasil galur-galur harapan merupakan tahap yang penting dalam suatu program pemuliaan tanaman. Pengkajian uji adaptasi galur/varietas unggul baru (VUB) dilaksanakan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat selama bulan Juni sampai dengan Oktober 2010. Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan 1-2 galur harapan padi sawah yang adaptif dan cocok dikembangkan di Kalbar. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan galur/varietas yang digunakan adalah Tukat Petanu, IR-64, Bondoyudo, OB.STG 02.56, OB.STG 02.132, OB.STG 02.9 dan OB. STG 02.123. Hasil penelitian menunjukkan, tinggi tanaman tertinggi pada galur OB.STG 02.56 (116,33 cm) dan OB.STG 02.9 (107,4 cm). Jumlah anakan terbanyak dan anakan produktif untuk semua galur/varietas, menunjukkan tidak berbeda nyata menurut uji Duncan 5%. Pada varietas Tukat Petanu panjang malai terpanjang (23,83 cm) dan jumlah gabah per malai terbanyak (167,31).

Namun, prosentase gabah hampanya juga tertinggi (28,93%). Berat gabah 1.000 butir dari galur/varietas Tukat Petanu, IR-64, OB.STG 02.132 dan OB.SG 02.9, adalah yang terberat dan tidak berbeda nyata diantara keempatnya. Hasil produksi (Ton/Ha) tertinggi adalah varietas IR-64 (6,25), diikuti OB.STG 02.132 (6,17), OB.STG 02.56 (5,75), OB.STG 02.9 (5,17), Tukat Petanu (4,83), Bondoyudo (4,33), dan terendah OB.STG 02.123 (3,33). Pada Varietas/Galur IR.64, OB.STG 02.132, OB.STG 02.56, OB.STG 02.123 dan Tukat Petanu, penurunan intensitas serangan menuju titik terendah pada 60 HST. Intensitas serangan penyakit Hawar pelepah tertinggi pada akhir pengamatan ditunjukkan oleh Varietas Bondoyudo (0,81%). Intensitas serangan penyakit Cercospora tertinggi terdapat pada OB.STG 02.56 (1,70%), kemudian diikuti Tukat Petanu (1,49%), IR.64 (1,48%), Bondoyudo (1,47%), OB.STG 02.123 (1,43%), OB.STG 02.9 (1,34%), dan terendah OB.STG 02.132 (0,99%).