JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Varietas Bawang Merah Yang Cocok Dikembangkan di kalbar

Melalui kegiatan pengkajian Uji Multilokasi Bawang merah, BPTP Kalbar mendapatkan 3 (tiga) galur/varietas Bawang merah yang sesuai untuk dikembangkan di Kalimantan Barat. Kegiatan yang dikomandoi oleh Ir. Titiek Purbiati ini, mendatangkan benih Bawang merah dari BPTP Jawa Timur, yang terdiri dari 5 varietas dan 1 galur. Yaitu, Bauji, Super Philip, Moujung, Bali Karet, Sumenep (galur) dan Thailand.

Kegiatan uji multilokasi ini dilaksanakan selama bulan Juni sampai September 2010. Waktu dimana musim hujan berkepanjangan melanda hampir seluruh wilayah di tanah air, termasuk di Kalimantan Barat. Lokasi pengkajian (penanaman bawang merah) yang dipilih adalah Kab. Kubu Raya yang memiliki agroekosistem dataran rendah lahan Gambut dan Kab. Bengkayang yang memiliki agroekosistem dataran rendah lahan Kering.

Tujuan dari kegiatan Uji multilokasi Bawang merah ini adalah untuk memperoleh 2-3 galur/varietas Bawang merah yang toleran hama penyakit dan adaptif untuk dikembangkan di Kalbar. Selama ini kabutuhan Bawang merah di Kalbar dipasok dari pulau Jawa. Disisi lain, Kalbar sendiri memiliki luas lahan dan permintaan pasar yang potensial untuk pengembangan Bawang merah.

Hasil pengkajian di Kab. Kubu Raya menunjukkan, galur/varietas Moujung, Bali Karet dan Sumenep cocok untuk dikembangkan di ekosistem lahan Gambut, karena memiliki potensi hasil tertinggi (41 – 50 Ton produksi basah/Ha). Sedangkan galur/varietas Moujung dan Sumenep diketahui paling toleran terhadap serangan penyakit Layu fusarium dan Alternaria, di agroekosistem yang sama.

Di Kab. Bengkayang agroekosistem lahan Kering, galur/varietas Moujung dan Sumenep memiliki potensi hasil tertinggi (6 – 8 Ton produksi basah/Ha), sekaligus diketahui sebagai yang paling toleran terhadap serangan penyakit Layu fusarium dan Alternaria. Perbedaan potensi hasil yang mencolok diantara kedua lokasi, selain disebabkan adanya faktor perbedaan lingkungan tumbuh, disebabkan pula oleh adanya perbedaan perlakuan pestisida. Dimana, serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) di lokasi pengkajian Kab. Bengkayang cenderung tidak dikendalikan / tanaman minim perlakuan pestisida.

Hasil pengkajian ini diharapkan dapat mendorong pengembangan budidaya Bawang merah di Kalimantan Barat. Sebab Bawang merah termasuk komoditi yang bernilai ekonomis tinggi, jika dibudidayakan dengan tepat dapat mendatangkan keuntungan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat petani.