JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden
Panen Bawang Merah di Kab. Bengkayang

Panen Bawang Merah di Kab. Bengkayang

Sabtu 14 Juli 2018, berlokasi di Lahan milik Gapoktan Bina Maju, Desa Bengkilu, Kec.Tujuh...

Teknologi Produksi Benih Salak

Teknologi Produksi Benih Salak

Pengembangan agroindustri buah-buahan diawali dari perbenihan. Artinya keberhasilan...

Teknologi Produksi Benih Mangga

Teknologi Produksi Benih Mangga

Produksi benih mangga berlabel secara vegetatif (grafting/okulasi) melibatkan batang bawah...

Halal Bihalal BPTP Kalimantan Barat

Halal Bihalal BPTP Kalimantan Barat

Bertempat di ruang Rapat Besar BPTP Balitbangtan Kalimantan Barat, diadakan acara Halal bi...

  • Panen Bawang Merah di Kab. Bengkayang

    Panen Bawang Merah di Kab. Bengkayang

    Monday, 16 Juli 2018 10:28
  • Teknologi Produksi Benih Salak

    Teknologi Produksi Benih Salak

    Monday, 02 Juli 2018 13:57
  • Teknologi Produksi Benih Mangga

    Teknologi Produksi Benih Mangga

    Monday, 25 Jun 2018 13:55
  • Halal Bihalal BPTP Kalimantan Barat

    Halal Bihalal BPTP Kalimantan Barat

    Thursday, 21 Jun 2018 15:20

Teknologi teraktual

SDM Profesional

Sumber Daya Genetik Buah Spesifik Kalbar

Sumber Daya Genetik Padi Lokal Kalbar

 


 Banner balitbangtan

 

Info Penting

Layanan Online

Medsos Kami

twit

  

Pengunjung

116215
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu kemarin
Bulan ini
Bulan kemarin
Semua hari
735
819
2507
108440
14505
20657
116215
IP Anda: 23.20.223.212
2018-07-18 17:27

Bangkit Menantang Buah Jeruk Impor

Reaksi banjir buah impor yang pernah menyentak keterlenaan kita selama ini, kini makin mereda seiring dengan makin tidak berdayanya buah nasional menghadapi gempuran buah mancanegara yang menjadikan Indonesia sebagai pasar potensialnya.  Impor buah Indonesia yang terus meningkat,  pada tahun 2008 telah mencapai 4 triliun rupiah dan sekitar  25% adalah untuk impor buah jeruk. Mulai dari pasar swalayan hingga ke pedagang kaki lima di tepi trotoar jalan strategis, buah impor semakin mudah diperoleh.  Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan pengembangan agribisnis jeruk keprok Indonesia yang diharapkan bisa dipertarungkan dengan jeruk  impor yang sebenarnya telah menjalani penyimpanan lama. Walaupun demikian upaya percepatan masih harus dilakukan paling tidak guna menghambat laju impor buah jeruk terutama dari China yang semakin sulit untuk dibendung.

Harus diakui, bahwa agribisnis jeruk di Indonesia belum sepenuhnya didukung oleh inovasi teknologi jeruk,  akibatnya  mutu buah yang dihasilkan petani tidak bagus  dengan daya saing rendah. Sistem pemasaran yang berlangsung sekarang  juga belum berpihak kepada petani karena  kelembagaan petani yang masih sangat lemah. Pada dasarnya petani cenderung menyukai  menanam jeruk yang buahnya sangat disukai oleh konsumen, yaitu yang kulit buahnya berwarna kuning-orange yang dapat diperoleh jika diusahakan di dataran tinggi,  sedangkan varietas jeruk keprok dataran rendah biasanya  berwarna hijau kekuningan seperti yang dimiliki jeruk Siam yang kini sudah  mencapai 85% dari total pertanaman jeruk yang ada di Indonesia. Dari berbagai acara festival jeruk nasional,  jenis jeruk keprok Indonesia, seperti keprok Batu 55, Garut, SoE, Berasitepu, Sioumpu dan lainnya berpotensi dan berkemampuan bersaing dengan jeruk impor.

Dukungan inovasi teknologi  terhadap pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia perlu terus ditingkatkan melalui akeselerasi diseminasi dan alih teknologi anjuran kepada semua pelaku agribisnis jeruk.  Inovasi teknologi jeruk yang mudah diadopsi petani adalah yang memiliki kriteria  spesifik lokasi, efektif, mudah diaplikasikan, murah, dan sarana pendukung mudah diperoleh. Teknologi yang dibutuhkan masyarakat perjerukkan di Indonesia adalah (1). Ketersediaan benih berlabel pada saat tanam, (2). Teknologi pengendalian hama penyakit dan pemupukan  pada pohon jeruk yang berbuah secara berjenjang, yaitu dalam satu pohon dijumpai 3-5 stadia perkembangan buah, (3). Teknologi agar warna kulit buah cerah dan merata (4). Sistem pemasaran yang berpihak kepada petani,  dan (5).  Penguatan kelembagaan petani yang mampu mengakses inovasi teknologi,  modal, dan informasi pasar.  Mari kita perbaiki sentra produksi jeruk yang ada,  kita tingkatkan pengelolaan pasca panennya,  lakukan promosi kekuatan kita,  Insya Allah buah jeruk kita akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan sebagai tamu terhormat di negara lain.