JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengenalan dan Pengendalian Penggerek Batang Padi

Jenis Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi (PBP) terdiri dari 4 jenis yaitu :

  1. PBP Kuning (Scirpophaga incertulas)
  2. PBP Putih (S. Innotata)
  3. PBP Bergaris (Chilo supressalis)
  4. PBP Merah jambu (Sesamia inferens).

Keempat jenis PBP ini mempunyai cara hidup dan gejala kerusakan yang ditimbulkan hampir sama. Liang-liang gerek yang dibuat larva (ulat) dapat memutuskan perjalanan air dan unsur hara dari akar sehingga dapat melemahkan tanaman padi. Populasi Penggerek Batang Padi biasanya meningkat menjelang berakhirnya musim hujan. PBP merupakan hama penting karena secara nyata dapat mengurangi jumlah anakan ataupun jumlah malai yang dapat dipanen tergantung fase pertumbuhan tanaman padi yang diserang.

Gejala Serangan Penggerek Batang Padi

Gejala serangan penggerek batang pada fase vegetatif (pembentukan batang, daun, dan anakan) menyebabkan daun tengah atau pucuk tanaman mati karena titik tumbuhnya dimakan. Pucuk yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut. Gejala ini biasa disebut Sundep. Sedangkan pada fase generatif, serangan PBP menyebabkan malai mati karena pangkalnya dikerat oleh larva. Malai yang mati akan tetap tegak, berwarna abu-abu putih dan bulir-bulirnya hampa. Malai ini mudah dicabut dan pada pangkalnya terdapat bekas gigitan larva. Gejala ini biasa disebut Beluk 

Gambar 1. Serangan hama penggerek batang padi

Pengendalian Penggerek Batang Padi

Untuk pengendalian penggerek batang, dapat dilakukan upaya sebagai berikut :

  1. Tanam jenis padi yang cepat dewasa
  2. Tanam secara serempak, selisih waktu tanam jangan melewati 3-4 minggu
  3. Buang tunggul-tunggul jerami segera setelah panen dengan cara membenamkannya pada waktu pengolahan tanah atau memotong tunggul tersebut persis di permukaan tanah
  4. Hindari kelebihan pemakaian pupuk Nitrogen (Urea, ZA)
  5. Buang bibit padi yang mengandung telur PBP sebelum penanaman
  6. Pada saat pembibitan (pesemaian), semprotkan Natural BVR sebagai pencegahan pada umur 7 – 10   hari.
  7. Semprotkan BVR / PESTONA pada umur 10 – 15 hari setelah tanam dan setiap 1–2 minggu sekali diselang-seling

Pustaka :

Nirhono. 2009. Hama Penggerek Batang Padi. http://nirhono.wordpress.com/2009/06/02/hama-penggerek-batang-padi/ [2 Agustus 2009].

 

Comments powered by CComment