JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Pengendalian Orong-Orong Dengan Pestisida Nabati

Salah satu masalah yang dihadapi oleh para petani padi di lahan sawah pasang surut terutama saat lahan sawah yang akan ditanami dalam kondisi kering atau macak-macak adalah serangan hama orong-orong. Hama ini dikenal juga oleh petani dengan nama anjing tanah. Nama ilmiahnya adalah Gryllotalpa orientalis Burmeister. Penggenangan tanaman menyebabkan orong-orong pindah ke pematang. Hama ini memiliki tungkai depan yang besar. Siklus hidupnya 6 bulan. Hama ini dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh. Benih yang disebar di pembibitan juga dapat dimakannya.
Hama ini memotong tanaman pada pangkal batang dan orang sering keliru dengan gejala kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang (sundep). Orong-orong merusak akar muda dan bagian pangkal tanaman yang berada di bawah tanah. Pertanaman padi muda yang diserangnya mati sehingga terlihat adanya spot-spot kosong di sawah.
Cara pengendalian orong-orong:


  • Perataan tanah agar air tergenang merata
  • Penggenangan sawah 3-4 hari dapat membantu membunuh telur orong-orong di tanah
  • Penggunaan umpan (sekam dicampur insektisida);
  • Penggunaan insektisida (bila diperlukan) yang berbahan aktif karbofuran atau fipronil.


Masalahnya seringkali lokasi petani padi lahan pasang surut ini jauh dari Kios Saprodi tempat para petani dapat membeli insektisida. Oleh karena itu petani dapat menggunakan cara lain yaitu menggunakan pestisida nabati yang dapat mengendalikan hama orong-orong ini menggunakan bahan-bahan yang tersedia di tempat petani, caranya mudah, dan biayanya relative murah.

Bahan


Bahan baku yang diperlukan terutama adalah kulit jengkol, tembakau, dan akar tuba
Pembuatan


  1. Kulit jengkol sebanyak 2 kg ditumbuk lalu tambahkan air 2 liter. Larutan kulit jengkol ini selanjutnya dipanaskan hanya sampai mendidih lalu diperas dan disaring untuk dipisahkan ampasnya.
  2. Siapkan tembakau tepek sebanyak 2 ons lalu tambahkan air 2 liter. Larutan tembakau ini juga dipanaskan lalu diperas dan disaring untuk dipisahkan ampasnya.
  3. Ambillah akar tuba sebanyak 2 ons lalu ditumbuk dan tambahkan air 2 liter. Larutan ini direbut hingga mendidih saja lalu diperas dan disaring untuk memisahkan ampasnya.
  4. Selanjtnya ketiga larutan tersebut dicampur menjadi satu dan siap untuk digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama orong-orong.


Cara Penggunaan
Untuk mengendalikan hama orong-orong gunakan dosis 50-100 cc/liter air. Semprotkan secara merata di lahan sawah yang mengalami masalah serangan hama orong-orong. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat tetapi dosis yang digunakan cukup 20-40 c/liter air.