JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Peluang Pengembangan Beras Merah di Perbatasan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat

Padi (beras) merah sama dengan padi biasa yang memiliki kandungan karbohidrat. Hanya saja beras merah memiliki rasa yang unik dan bergizi tinggi. Beras merah di pasaran memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan beras putih, tidak terkecuali di daerah perbatasan Malaysia. Seiiring dengan dijadikannya wilayah perbatasan menjadi  lumbang pangan yang berorientasi ekspor, maka peluang beras merah untuk di kembangkan di daerah perbatasan cukup tinggi. Hal ini karena beras merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena di pasaran Malaysia beras merah dihargai Rp. 15.000 – Rp.20.000/kg.

Berdasarkan informasi dari ketua kelompok tani, penyuluh dan beberapa petani di desa Bungkang Kecamatan Sekayam yang merupakan wilayah perbatasan di Kabupaten Sanggau bahwa selain pasar lokal, pasar Malaysia juga menyukai beras merah dan berapapun banyaknya akan di ambil oleh mereka.

Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan beberapa varietas padi beras merah yaitu Aek Sibundung, Inpari 24 gabusan serta Inpara 7. Varietas Inpari 24 sudah  di perkenalkan di desa Bungkang pada tahun 2015 dan mendapatkan respon yang baik, yang kemudian dicoba kembali pada tahun 2017 bersama-sama dengan varietas Aek Sibundung dan Inpara 7. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa varietas Inpara 7 yang merupakan varietas lahan rawa dicobakan di lokasi ini  yang merupakan lahan sawah tadah hujan. Hal ini dilakukan karena di desa Bungkang ini dibeberapa lokasi terlihat lahannya mengandung besi maka diputuskan mencoba varietas yang tahan terhadap keracunan besi dan aluminium tetapi tetap beras merah untuk memenuhi pasar Malaysia, sehingga diputuskan untuk mencoba varietas Inpara 7.  Ketiga varietas ini memiliki produktivitas yang cukup tinggi, varietas Aek Sibundung 6,78 t/ha, Inpara 7 (7,49 t/ha) dan Inpari 24 (7,79 t/ha).

Varietas Inpari 24 Gabusan dan Aek Sibundung berpeluang besar di kembangkan pada lahan sawah tadah hujan, serta  Inpara 7 berpeluang dikembangkan pada lahan yang memiliki kandungan besi di daerah perbatasan kabupaten Sanggau Kalimantan Barat untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun Malaysia karena memiliki produktivitas yang tinggi dan  tekstur nasinya pulen. Selain itu, beras merah  juga mengandung antosianin tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadi tarik sendiri bagi masyarakat untuk mengkonsumsinya.