JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Varietas Inpago 8 Potensi di Kembangkan Pada Lahan Kering di Daerah Perbatasan Kalimantan Barat

Uji adaptasi Varietas Unggul baru padi gogo yang dilaksanakan dua kali musim tanam yaitu Musim Tanam Kemarau (MK) pada bulan Mei 2017 dan Musim tanam Hujan pada Bulan Oktober 2017 di daerah perbatasan Kalimantan Barat, tepatnya di Dusun Pontikayan, @Desa Nekan, Kecamatan Entikong. Melalui kegiatan Dukungan Inovasi Peningkatan IP Padi pada Lahan Kering, yang dilakukan dengan uji coba terhadap beberapa varietas unggul baru padi gogo menunjukan bahwa varietas Inpago 8 mempunyai adaptasi yang baik dengan tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas yang lainnya. Uji adaptasi yang dilakukan pada Musim Kemarau (MK) atau Gadu yang dilakukan dengan menggunakan 4 Varietas yaitu Inpago 8, Inpago 9, Situ Bagendit dan Batu Tegi, dari empat varietas tersebut varietas Inpago 8 dan Situ Bagendit yang mempunyai daya adaptasi yang cukup baik, sehingga kedua varietas tersebut dipilih untuk dikembangkan pada Musim Hujan atau rendengan.

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan terhadap 2 kali musim tanam ternyata varietas Inpago 8 mempunyai hasil yang cukup baik, dimana pada MK hasil ubinan 3,2 ton/ha sedangkan pada MH sebesar 6,7 ton/ha, varietas Situ Bagendit yang merupakan varietas Exsisting pada MK hasil Ubinan 2,7 ton/ha dan pada MH 5,0 ton/ha.

Paket teknologi yang diterapkan yaitu pembukaan lahan dengan menggunakan herbisida sistemik, kemudian gulma sudah mati maka dibesihkan menggunakan parang. Penambahan bahan organik dengan aplikasi pupuk petroorganik karena lokasi cukup jauh dari pemukiman penduduk untuk menggunakan pupuk kandang. Seed treatmen benih dilakukan untuk mencegah penyakit blas dengan menggunakan fungisida. Penanaman dengan cara tugal dengan jumlah benih 5-6 biji per lobang tanam, system tanam dengan jajar legowo 4:1 40x(20x10 cm), pemupukan berdasarkan PUTK dengan dosis NPK 250 kg/ha, dan Urea 100 kg/ha.

Penyiangan dilakukan secara kimiawi yaitu dengan herbisida seletif kemudian dilakukan penyiangan secara manual. Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan konsep PHT. Panen dilakukan dengan menggunakan sabit bergerigi, namun biasanya petani menggunakan ani-ani untuk varietas local, sedangkan varietas unggul menggunakan sabit dan perontok menggunakan pampong.

#Perbatasan