JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pembibitan Karet

Teknologi pembibitan yang diterapkan pada kegiatan dukungan perbenihan komoditas karet adalah penggunaan klon anjuran, teknologi tersebut bersumber dari Balai Penelitian Karet Sembawa. Sesuai rekomendasi dari Pusat Penelitian Karet, klon yang baik untuk batang bawah diantaranya adalah PB 260. Klon-klon ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu pertumbuhannya cepat, mempunyai daya gabung tinggi, mempunyai kemampuan berbuah cepat, tahan penyakit daun, mudah diokulasi, perakaran kuat. Sedangkan klon anjuran untuk entres diantaranya adalah PB 260, beberapa keunggulan klon PB 260 adalah penghasil lateks mencapai 1.5-2.5 ton/ha/th, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit daun Corynespora Colletotrichum dan Oidium, warna lateks putih kekuningan (Balai Penelitian Sembawa, 2009).

Benih yang digunakan pada kegiatan dukungan perbenihan komoditas karet ini berasal dari kebun Sumber Benih karet yang sudah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian. Benih batang bawah berasal dari penangkar benih batang bawah bapak Yamin alamat kebun sumber di desa Sungai Pangkalan I, Kec. Sungai Raya Kab. Bengkayang, jenis klon PB 260 yang sudah mendapatkan surat keputusan Kepmentan 119/KPTS/KB.020/12/2016, sedangkan entres berasal dari penangkar entres bapak Hamdani alamat kebun entres di desa Sungai Pangkalan I, Kec.Sungai Raya Kab. Bengkayang yang sudah mendapatkan surat keputusan Kepmentan 123/KPTS/KB.020/12/2016 (Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan Kalbar, 2017)

 Langkah-langkah teknologi pembibitan karet adalah sebagai berikut:

  1.  Pengumpulan dan pemilihan biji

Biji untuk batang bawah berasal dari biji terpilih propellegitim, yaitu biji yang diketahui pohon induknya dan dari klon anjuran untuk batang bawah, yaitu PB 260. Biji berasal dari tanaman karet yang berumur lebih dari 10 tahun. Biji memiliki tingkat kesegaran >70%, karena daya kecambah biji ditentukan dari kesegarannya. Biji yang baru jatuh akan terlihat segar. Daya kecambah biji dapat diseleksi dengan cara merendam atau melentingkannya di atas lantai semen atau papan. Biji yang baik adalah bila dipantulkan di atas lantai semen akan melenting, sedangkan bila direndam akan terapung 1/3 bagian dan 2/3 bagian lain terendam dalam air.