JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengendalian Pecah Buah Pada Jeruk Keprok Terigas di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

PENGENDALIAN PECAH BUAH PADA JERUK KEPROK TERIGAS

DI KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

 

Zuhran1), Tommy Purba1), dan Arry Supriyanto2)

 

1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat

2) Balitjastro Malang, Jawa timur.

 

ABSTRAK

Pengembangan Jeruk Keprok Terigas di Kabupaten Sambas terhambat oleh masalah pecah buah. Pecah buah yang diyakini disebabkan oleh fluktuasi ekstrim kadar air, suhu, kelembaban tanah, serta serapan hara saat terjadi hujan setelah mengalami musim kemarau panjang sangat merugikan petani karena berdampak signifikan terhadap penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknologi pengendalian pecah buah melalui pengurangan fluktuasi kadar air, suhu, dan kelembaban tanah serta pemberian hara yang cukup bagi tanaman. Percobaan lapang ini dilaksanakan pada tahun 2010 hingga 2011 di kebun jeruk petani yang berlokasi di Kabupaten Sambas. Rancangan penelitian menggunakan Split Plot Design terdiri dari 2 petak utama yakni lahan dengan parit digenangi dan lahan dengan parit tidak digenangi, masing-masing terdiri dari 3 anak petak yaitu 1) pupuk anorganik (teknologi petani), 2) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa, dan 3) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa + (Ca + B). Penggenangan parit dilakukan selama tidak ada hujan.  Pemberian pupuk anorganik, pupuk organik, dan mulsa dilakukan setelah panen, sedangkan Kalsium (Ca) dan Boron (B) diberikan pada stadia cepat pertumbuhan buah. Penelitian diulang  4 kali dengan unit percobaan 10 pohon. Berdasarkan hasil pengamatan, pecah buah terjadi setelah buah berumur 16 minggu hingga 34 minggu setelah bunga mekar, dengan kejadian tertinggi ketika buah berumur  22-24 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan parit kebun selama musim kemarau yang diikuti dengan pemberian pupuk anorganik, pupuk organik, mulsa, pupuk Kalsium (Ca), dan pupuk Boron (B) mampu mengurangi pecah buah pada tingkat yang paling rendah dibandingkan perlakuan teknologi lainnya.

 Kata Kunci : jeruk keprok, pecah buah, teknologi

 

Comments powered by CComment