JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Teknologi Persemaian Batang Bawah Benih Jeruk Siam Pontianak

Keberhasilan usahatani jeruk salah satunya ditentukan oleh pengggunaan benih yang bermutu. Benih sehat dengan mutu yang baik dapat menghasilkan tanaman jeruk dengan pertumbuhan yang baik, umur produktif lebih lama, serta jumlah produksi yang tinggi. Sebaliknya, tanaman jeruk yang berasal dari benih tidak bermutu akan menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik, umur produktif lebih singkat, serta hasil panen tidak optimal. Penggunaan benih tidak bermutu hanya akan merugikan petani di kemudian hari.

Benih jeruk banyak diproduksi melalui okulasi sehingga batang bawah menjadi salah satu komponen yang berpengaruh besar terhadap mutu benih secara keseluruhan. Salah satu varietas jeruk yang direkomendasikan dan banyak digunakan untuk batang bawah adalah JC (Japansche Citroen). JC beradaptasi dengan baik pada agroekosistem di Indonesia dan mempunyai kompatibilitas tinggi dengan hampir semua varietas jeruk komersial.

Batang bawah jeruk yang baik diawali dari proses persemaian yang benar. Tahapan persemaian batang bawah jeruk adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan tempat dan media semai

Persemaian batang bawah sebaiknya dilakukan dalam  polybag. Hal ini bertujuan untuk melokalisasi penyebaran penyakit apabila menyerang persemaian. Jika terjadi serangan penyakit pada salah satu polybag persemaian, maka penyakit tersebut tidak mudah menyebar ke polybag persemaian lainnya. Polybag persemaian yang terserang penyakit tersebut dengan mudah dapat kita pisahkan agar tidak menjadi sumber penular bagi persemaian lainnya. Sebaliknya, jika persemaian di bedengan maka serangan penyakit akan mudah menyebar dari semaian satu ke semaian lainnya sehingga jumlah semaian yang terserang akan lebih banyak dalam waktu singkat. Untuk mengurangi intensitas sinar matahari, tempat persemaian dapat dipasang atap paranet. Pemasangan paranet terutama ditujukan untuk melindungi semaian muda dari terik matahari.

Media semai dapat menggunakan pasir halus atau campuran tanah dan pasir (1:2). Media semai disterilisasi menggunakan pestisida. Media semai dimasukan kedalam polybag persemaian.

  1. Penyemaian biji

Media semai yang telah dipersiapkan dalam polybag dibuat alur sedalam ± 0,5 cm dengan jarak antar baris 2 cm. Biji JC kemudian ditanam satu per satu pada alur dengan posisi bagian biji yang runcing diletakkan di bagian bawah. Jika posisi biji ketika disemai terbalik dapat menyebabkan akar semaian menjadi bengkok. Jarak tanam antar biji 0,5 cm. Setelah ditanam, biji kemudian ditutup media semai dengan ketebalan 1-2 cm. Persemaian kemudian disiram insektisida berbahan aktif profenofos untuk mengendalikan hama seperti serangga. Polybag-polybag persemaian kemudian ditutup mulsa hingga semaian berkecambah. Persemaian kemudian diberi sungkup plastik.