JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Produksi Benih Jeruk Siam Pontianak

 Produksi Benih Jeruk Siam Pontianak

 

  1. Penyemaian benih untuk batang bawah

Penyiapan batang bawah jeruk menggunakan biji dari jeruk jenis JC (Japansche Citroen). Adapun tahapan penyemaian benih untuk batang bawah jeruk adalah sebagai berikut :

  • Sterilisasi media tanam dengan sterilisasi suhu/pestisida. Media yang telah dipersiapkan dibuat alur jarak antar baris 1 cm.
  • Jarak tanam antara biji 0,5 cm.
  • Saat biji ditanam, bagian biji yang runcing diletakkan di bagian bawah.
  • Setelah itu diberi media untuk menutupi biji dengan ketebalan 1-2 cm.
  • Disiram insektisida berbahan aktif profenofos untuk mengendalikan hama seperti serangga.
  • Setelah itu ditutup mulsa. Setelah benih mulai berkecambah, mulsa dibuka.

 

  1. Pindah tanam (transplanting)

Semaian batang bawah siap dipindahkan ke polybag ukuran 7,5/15 x 30 cm. Ciri-ciri semaian yang siap dipindahkan (transplanting) adalah :

  • Batang sudah keras, berwarna hijau
  • Berdaun minimal 4 – 6 helai
  • Sedang dorman (tidak tumbuh tunas baru)
  • Pada umur 2,5 – 3 bulan setelah semai

Tahapan penting yang harus diperhatikan dalam transplanting adalah memilih semaian yang tumbuh normal “nurselar/vegetatif’, sedangkan semaian yang tumbuhnya menyimpang “zygot/generatif” harus ditinggalkan karena semaian ini sangat berbeda pertumbuhannya dibandingkan induknya.

Pencabutan benih dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar dan dipilih semaian yang berakar lurus. Potong sebagian akar dan dicelupkan kedalam lumpur yang telah diberi ZPT.

 

  1. Penanaman

Media tanam yang digunakan antara lain tanah gunung, pasir halus atau campuran antara tanah, pasir dan pupuk kandang. Semaian yang sudah dicelupkan dalam lumpur selanjutnya ditanam di polybag dengan posisi akar tetap lurus. Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari.

Pemeliharaan semaian batang bawah meliputi pemupukan, penyiangan, pemangkasan, penyiraman dan pewiwilan. Semaian batang bawah dapat diokulasi pada umur 3 – 4 bulan setelah tanam dengan ketinggian tanaman mencapai 50 – 60 cm dengan berdiameter 0,5 – 1 cm. Semaian batang bawah yang diokulasi sebaiknya hanya memiliki satu batang utama.

 

  1. Panen ranting mata tempel

Ranting mata tempel yang siap digunakan/dipanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Umur ranting 3 bulan dari pemangkasan
  • Bentuk ranting bulat sampai segi tiga tidak pipih
  • Masih berdaun, mata tunas masih menonjol, tapi mata tunas belum tumbuh
  • 2 – 3 mata tunas pada pangkal ranting dibuang, karena cenderung dorman

 

  1. Okulasi

Okulasi merupakan proses penggabungan/pertautan antara sel-sel mata tempel (entres) dengan sel-sel batang bawah membentuk jaringan yang menyatu. Batang atas untuk perbanyakan berasal dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) yang sudah terjamin bebas dari penyakit.

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan okulasi adalah : kondisi kesehatan batang bawah dan kwalitas mata tempel, pelaksana dan kondisi lingkungan.

Secara mikroskopis sel-sel batang bawah dan entres sudah mulai menyatu umur 11 hari setelah okulasi, namun agar terjadi pertautan yang kuat dan sempurna, maka okulasi yang sudah dipastikan hidup/berhasil bisa dibuka pada 20 – 21 hari setelah okulasi.

Pemeliharaan pasca okulasi meliputi :

  • Penyiraman dilakukan tiga kali seminggu disesuaikan dengan kondisi lingkungan
  • Membuka tali okulasi pada umur 21 hari setelah okulasi
  • Memangkas batang bawah 1 – 2 cm diatas bidang okulasi dan membuka tali okulasi
  • Memangkas atau mewiwil tunas-tunas liar yang tumbuh selain tunas mata entres (okulasi)
  • Pemupukan menggunakan pupuk kimia ZA dan NPK
  • Pengendalian OPT dilakukan setiap minggu dan disesuaikan dengan adanya OPT yang menyerang.

 

  1. Penyaluran benih

Benih jeruk siap salur adalah sebagai berikut :

  • Umur 5-6 bulan setelah okulasi
  • Ketinggian minimal 50 cm dari bidang okulasi
  • Telah memiliki dua tahap pertunasan
  • Telah mendapatkan label dari Dinas Pengawasan dan Sertifikasi Benih yaitu BPSB