JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUJANGSETA Pada Tanaman Jeruk

Kabupaten sambas merupakan sentra utama Penghasil Komoditas jeruk di Kalimantan Barat, pada umumnya Petani Jeruk Panen dua kali dalam setahun yaitu Panen raya dan Panen apitan, pada saat Panen raya Harga fluktuatif cenderung anjlog ketika panen raya jeruk yang dilaksanakan petani bahkan juga bersamaan panen dengan buah-buahan non jeruk.

Bujangseta (Buah Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun) merupakan teknologi budidaya jeruk yang mampu menjadikan pohon jeruk petani menghasilkan buah berjenjang sepanjang tahun bahkan bias di panen 5-7 kali dalam setahun, Teknologi budidaya off season atau lebih tepat menata ketersediaan buah di pasar berlangsung sepanjang tahun menjadi solusi untuk agribisnis jeruk di kabupaten Sambas selain meningkatkan produktivitas juga meningkatkan kesehatan pohon

Keuntungan Bujangseta

Teknologi yang mudah diaplikasikan petani Bujanseta ini juga berfungsi sebagai nature storage. Teknologi ini merangkum managemen kanopi, nutrisi dan pengendalian hama penyakit dalam memanipulasi proses fisiologis tanaman jeruk sedemikian rupa sehingga menata proses pembungaan dan pembuahan jeruk akan berlangsung secara berkelompok dan bertahap sesuai dengan tingkatan jenjang umur dan stadia ranting/tunas yang ada di pohon seperti diuraikan di atas.

Kondisi kanopi yang sehat menyiapkan dan menstabilkan pertumbuhan vegetative-generatif menuju pembungaan. Pemberian dengan pupuk padat dan cair bergiliran secara priodik selain akan memicu mekarnya buah juga difungsikan memperbaiki cita-rasa buah. Managemen pengendalian hama penyakit menekankan pengendalian pada penyakit burik kusam agar kulit buah jeruk menjadi mulus.

Komponen Bujangseta:

  •  Pemangkasan pemeliharaan:
    1. Membuang ranting kering
    2. Memotong ranting terinfeksi penyakit
    3. Memangkas tunas air
    4. Membuang anting yang tumbuh ke arah dalam
    5. Memotong sisa ranting buah sewaktu panen.
  • Pemupukan:
    1. Pupuk kandang : 40-60 kg / pohon makin banyak makin baik, diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk NPK padat.
    2. Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman (pupuk kandang, 0,5 kg NPK (15 – 15 – 15 / 16 – 16 – 16) diberikan setiap 3 bulan;
    3. Untuk menginisiasi tumbuh dan mekarnya bunga: Pupuk cair 100 gr NPK + 25 gram ZA/20 liter /pohon diberikan 1,0-1,5 bulan setelah pemberian pupuk padat
    4. Untuk meningkatkan kadar kemanisan buah : kiserit (MgSO4) : diaplikasikan 15 dan 25 minggu setelah pembungaan masing-masing 2,5 liter / pohon dengan volume penyiraman 20 liter
  • Pengendalian hama dan penyakit terutama burik kusam, berdasarkan siklus hidupnya
  • Monitoring hama utama penyakit burik kusam .

  

Comments powered by CComment