JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Pembibitan Durian

Untuk menjaga kelestarian tanaman durian maka perlu dilakukan pengembangan dan perbanyakan. Perbanyakan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan biji karena pohon durian dari biji memiliki kualitas buah yang berbeda dengan pohon induknya. Perbanyakan yang baik dapat menggunakan teknik okulasi dan sambungan. Perbanyakan menggunakan teknik ini memerlukan tanaman batang bawah yang baik agar tanaman okulasi dan sambungan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik pula.

 

Teknik Produksi Benih Untuk Batang Bawah

1. Pemilihan lokasi

  • Tempat pembenihan di buat jauh atau dihindarkan dari aliran air.
  • Polibag harus diletakkan di tempat yang lebih tinggi sehingga air mudah mengalir.
  • Drainase dan aliran air di tempat pembenihan harus baik agar air tidak tergenang saat penyiraman atau hujan
  • Terdapat sumber air yang bebas patogen dan bebas limbah beracun dan berbahaya
  • Lokasi pembibitan di Kalimantan Barat harus tidak terkena sinar matahari secara langsung tetapi tidak terlalu teduh. Tingginya suhu dan teriknya matahari dapat meningkatkan penguapan sehingga dapat terancam kekeringan. Tetapi pada dasarnya benih durian cukup toleran terhadap cahaya matahari langsung, sebaliknya bila di tempat yang terlalu teduh akan menyebabkan munculnya penyakit.

 2. Pembuatan Blok Perbanyakan Benih

  • Blok perbanyakan benih (nursery) berupa rumah bayang semi permanen dengan kerangka kayu Bingir dan kayu reng.
  • Bahan pembayang berupa paranet dengan tingkat penutupan cahaya 60-70%.
  • Dasar bedengan dapat berupa tanah urug
  • Di sekeliling tempat pembibitan dibuat saluran drainase secukupnya.
  • Sarana pengairan
  • Sarana pengairan berupa spray jet semi otomatis untuk memudahkan pelaksanaan penyiraman. Jarak antar titik disesuaikan dengan jarak radius tipe spray jet (misalnya: 2-2,5 m)
  • Tempat prosesing biji
  • Tempat prosesing biji dibuat dari lantai semen dilengkapi kran air dan saluran yang memadai untuk sampai ke lokasi pembuangan limbah.
  • Depo media
  • Tempat media terdiri atas beberapa bagian yaitu tempat pupuk kandang, tanah, tempat arang sekam dan sekam, area mencampur media, dan area mengisi media ke polibag.
  • Tempat afkir dan penghapusan benih
  • Tempat ini untuk mengumpulkan benih yang layak afkir karena sakit, mati, kerdil, rusak, dll, untuk menunggu waktu penghapusan atau eradikasi.
  • Sarana pengolahan sampah dan eradikasi
  • Tempat pengolahan sampah terdiri atas dua bagian, yang pertama untuk pembakaran bahan non-organik seperti plastik sungkup dan polibag serta untuk eradikasi tanaman yang sakit, yang kedua yaitu untuk mengumpulkan limbah bekas potongan entres dan batang bawah untuk persiapan pengomposan.