JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden
Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

Membuat Bibit Karet OPAS (Okulasi Payung Satu) dalam polybag dimulai dengan mengayak tanah...

Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

Membuat Bibit Karet OPAS (Okulasi Payung Satu) dalam polybag dimulai dengan mengayak tanah...

Teknologi Membuat OMAT (Okulasi Mata Tidur) Bibit Karet

Teknologi Membuat OMAT (Okulasi Mata Tidur) Bibit Karet

 Bibit OMAT (okulasi mata tidur) adalah bibit okulasi yang mata okulasinya masih...

Teknik Okulasi Tanaman Karet

Teknik Okulasi Tanaman Karet

Batang atas (entres) harus diambil dari kebun entres yang berumur maksimal 8 tahun, mutu...

  • Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

    Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

    Wednesday, 06 Jun 2018 12:52
  • Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

    Teknologi Membuat OPAS (Okulasi Payung Satu) Bibit Karet

    Wednesday, 06 Jun 2018 12:52
  • Teknologi Membuat OMAT (Okulasi Mata Tidur) Bibit Karet

    Teknologi Membuat OMAT (Okulasi Mata Tidur) Bibit Karet

    Wednesday, 06 Jun 2018 12:50
  • Teknik Okulasi Tanaman Karet

    Teknik Okulasi Tanaman Karet

    Wednesday, 06 Jun 2018 12:48

Teknologi teraktual

Agenda Kegiatan

Events

No event

SDM Profesional

Sumber Daya Genetik Buah Spesifik Kalbar

Sumber Daya Genetik Padi Lokal Kalbar

 


 Banner balitbangtan

 

Info Penting

Layanan Online

Medsos Kami

twit

  

Pengunjung

097847
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu kemarin
Bulan ini
Bulan kemarin
Semua hari
503
773
503
92028
16794
23326
97847
IP Anda: 54.145.103.69
2018-06-25 14:41

Tampoi

Tampui atau tampoi (Baccaurea macrocarpa) adalah sejenis buah dan pohonnya, anggota suku Phyllanthaceae (dulu: Euphorbiaceae). Buah ini masih sekerabat dengan menteng dan rambai, namun berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal. Juga dikenal dengan nama-nama lain seperti di Malaysia: merkeh (Kelantan); ngeke, lara, rambai, tampoi batang, tampoi, tampui. Di Sumatra: tampui daun, tampui bulan, tampui benar, tampoi saya; Bangka: medang, tampui. Di Kalimantan: Pasin; pegak (Dayak Tunjung); puak, tampoi (Iban); setai (Kenyah); jentikan (Kutai); tampoi (Kedayan); buah setei, empak kapur, kapul, terai. Dalam bahasa Inggris: Greater tampoi.

Tajuk pohon

Pohon kecil berumah dua (dioesis); tinggi hingga 27 m dan gemang hingga 64 cm, batang tampui kerap beralur-alur dalam hingga setinggi 5 m. Kadang-kadang berbanir kecil dan rendah.

Daun-daun tersebar, daun penumpu panjang hingga 9 mm. Helaian daun jorong hingga bundar telur atau bundar telur sungsang, (7,2–)9–37 × 3,1–17,5 cm, bertangkai panjang hingga 14,5 cm. Perbungaan kebanyakan muncul pada cabang (ramiflory) atau pada batang (cauliflory), tandan bunga jantan panjang hingga 13 cm, yang betina hingga 18 cm, bercabang-cabang. Bunga-bunga berukuran kecil, yang jantan dengan diameter hingga 2 mm, hijau, kuning, atau putih; yang betina sedikit lebih besar hingga 4,5 mm.

Buah-buah terangkai dalam tandan panjang hingga 15 cm, dengan tangkai setebal 4-6 mm. Berbentuk bulat atau hampir bulat, buah tampui merupakan buah kotak berdinding tebal mengayu, coklat hingga kelabu di bagian luar, berukuran 30–65 × 34–75 × 34–75 mm. Berbiji (2–) 3–6 butir, yang tertutup oleh salut biji berwarna putih hingga kuning, kadang-kadang jingga. Buahnya yang manis digemari orang dan dijual di pasar-pasar lokal. Kayunya kuat dan awet, sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Penyebaran dan ekologi
Tampui menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan. Ditemukan tumbuh hingga ketinggian 1.600 m dpl., tumbuhan ini hidup liar di hutan-hutan dataran rendah, hutan riparian, hutan rawa, dan juga hutan sekunder, di atas tanah-tanah liat merah atau liat berpasir. Tampui juga banyak ditanam di wanatani, bercampur dengan aneka tanaman buah dan kayu lainnya.