JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden
Keluarga BPTP Berduka

Keluarga BPTP Berduka

Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.Kami keluarga besar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian...

Model Pemanfaatan Pekarangan Pada Pendampingan KRPL Kab. Landak

Model Pemanfaatan Pekarangan Pada Pendampingan KRPL Kab. Landak

Lahan pekarangan merupakan salah satu sumber potensial penyedia bahan pangan yang bernilai...

Exit Meeting BPK RI di Kalimantan Barat

Exit Meeting BPK RI di Kalimantan Barat

Untuk memastikan sistem pengendalian intern (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan...

  • Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji Dengan Programa Penyuluhan Provinsi Kalbar Tahun 2019

    Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji Dengan Programa Penyuluhan Provinsi Kalbar Tahun 2019

    Thursday, 11 Oktober 2018 09:37
  • Keluarga BPTP Berduka

    Keluarga BPTP Berduka

    Wednesday, 10 Oktober 2018 08:25
  • Model Pemanfaatan Pekarangan Pada Pendampingan KRPL Kab. Landak

    Model Pemanfaatan Pekarangan Pada Pendampingan KRPL Kab. Landak

    Thursday, 04 Oktober 2018 09:14
  • Exit Meeting BPK RI di Kalimantan Barat

    Exit Meeting BPK RI di Kalimantan Barat

    Tuesday, 02 Oktober 2018 07:52

Teknologi teraktual

Agenda Kegiatan

Events

No event

SDM Profesional

Sumber Daya Genetik Buah Spesifik Kalbar

Sumber Daya Genetik Padi Lokal Kalbar

 


 Banner balitbangtan

 

Info Penting

Layanan Online

Medsos Kami

twit

  

Pengunjung

232684
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu kemarin
Bulan ini
Bulan kemarin
Semua hari
1183
1638
1183
221689
34389
39574
232684
IP Anda: 54.162.118.107
2018-10-22 15:33

Tampoi

Tampui atau tampoi (Baccaurea macrocarpa) adalah sejenis buah dan pohonnya, anggota suku Phyllanthaceae (dulu: Euphorbiaceae). Buah ini masih sekerabat dengan menteng dan rambai, namun berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal. Juga dikenal dengan nama-nama lain seperti di Malaysia: merkeh (Kelantan); ngeke, lara, rambai, tampoi batang, tampoi, tampui. Di Sumatra: tampui daun, tampui bulan, tampui benar, tampoi saya; Bangka: medang, tampui. Di Kalimantan: Pasin; pegak (Dayak Tunjung); puak, tampoi (Iban); setai (Kenyah); jentikan (Kutai); tampoi (Kedayan); buah setei, empak kapur, kapul, terai. Dalam bahasa Inggris: Greater tampoi.

Tajuk pohon

Pohon kecil berumah dua (dioesis); tinggi hingga 27 m dan gemang hingga 64 cm, batang tampui kerap beralur-alur dalam hingga setinggi 5 m. Kadang-kadang berbanir kecil dan rendah.

Daun-daun tersebar, daun penumpu panjang hingga 9 mm. Helaian daun jorong hingga bundar telur atau bundar telur sungsang, (7,2–)9–37 × 3,1–17,5 cm, bertangkai panjang hingga 14,5 cm. Perbungaan kebanyakan muncul pada cabang (ramiflory) atau pada batang (cauliflory), tandan bunga jantan panjang hingga 13 cm, yang betina hingga 18 cm, bercabang-cabang. Bunga-bunga berukuran kecil, yang jantan dengan diameter hingga 2 mm, hijau, kuning, atau putih; yang betina sedikit lebih besar hingga 4,5 mm.

Buah-buah terangkai dalam tandan panjang hingga 15 cm, dengan tangkai setebal 4-6 mm. Berbentuk bulat atau hampir bulat, buah tampui merupakan buah kotak berdinding tebal mengayu, coklat hingga kelabu di bagian luar, berukuran 30–65 × 34–75 × 34–75 mm. Berbiji (2–) 3–6 butir, yang tertutup oleh salut biji berwarna putih hingga kuning, kadang-kadang jingga. Buahnya yang manis digemari orang dan dijual di pasar-pasar lokal. Kayunya kuat dan awet, sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Penyebaran dan ekologi
Tampui menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan. Ditemukan tumbuh hingga ketinggian 1.600 m dpl., tumbuhan ini hidup liar di hutan-hutan dataran rendah, hutan riparian, hutan rawa, dan juga hutan sekunder, di atas tanah-tanah liat merah atau liat berpasir. Tampui juga banyak ditanam di wanatani, bercampur dengan aneka tanaman buah dan kayu lainnya.