JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kedelai Biosoy Produk Balitbangtan Berbiji Besar Dengan Potensi Hasil Tinggi

Siapa yang tak kenal kedelai. Komoditas tanaman pangan yang penting setelah padi dan jagung, memiliki sumber protein nabati  yang populer dan murah dengan kandungan protein yang tinggi (36 -43%) sehingga kedelai semakin diminati. Kedelai utama dibuat tahu dan tempe    disamping    produksi    kedelai  lainnya  seperti    kecap,    tauco,   susu kedelai serta pakan.  Kebutuhan kedelai semakin meningkat seiring meningkatkan industri olahan kedelai terutama tahu dan tempe. Disisi lain, produksi kedelai nasional masih belum dapat mengimbangi permintaan kedelai akan industri tersebut, sehingga  untuk mencukupi kebutuhan tersebut dilakukan impor kedelai yang mencapai 2,5 juta ton.

Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan penggunaan varietas unggul baru yang memiliki potensi produksi tinggi dan sesuai dengan preferensi masyarakat. Kedelai yang memiliki biji besar lebih disukai oleh petani serta pengrajin tahu dan tempe, sehingga tidak mengherankan mereka lebih menyukai kedelai impor karena memiliki biji yang besar. Sebenarnya Badan Litbang Pertanian telah cukup banyak menghasilkan kedelai dengan biji besar seperti Anjasmoro dan Grobogan yang sudah begitu memasyarakat di petani. Namun, jika dilihat dari kedelai impor yang memiliki berat 100 biji > 20 gram, maka Anjasmoro dan Grobogan masih lebih kecil, karena hanya memiliki berat 14,8 – 15,3 gran dan 18 gram. Pada Tahun 2018, Badan Litbang kembali melepaskan varietas kedelai berbiji besar yang memiliki potensi yang lebih tinggi  dan berat 100 biji yang lebih berat dibandingkan dengan Anjasmoro dan Grobagan dengan nama Biosoy 1 dan Biosoy 2. Perbedaan antara varietas  kedelai ini dapat dilihat pada grafik berikut ini sesuai dengan deskripsi varietas.

   

 

Biosoy memiliki umur 83-84 hari lebih genjah 8 hari dari Anjasmoro (92 hari), namun lebih lama 8 hari dari varietas Grobogan (76 hari). Adapun ukuran biji kedelai varietas Biosoy 1 (21,74 gr/100 biji) dan Biosoy 2 (22,35 gr/100 biji) lebih besar dari Anjasmoro (15,3 gram/100 biji) sekitar 42,09 % - 46,08 % dan juga lebih besar dari Grobogan 20,77 % - 24,16 %. Ukuran biji Biosoy ini mirip dengan kedelai impor yang berbobot 20 gr/100 biji. Ukuran batang varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 lebih besar dan kokoh yang dicirikan dengan diameter batang yang lebar. Walaupun demikian, jumlah polong Biosoy ini lebih sedikit dari varietas Anjasmoro, tetapi lebih besar dari varietas Grobogan. Secara morfologis Biosoy 1 memiliki warna Bunga dan warna hipokotil yang berbeda. Biosoy 1 warna bunganya putih dan warna hipokotilnya hijau, sedangkan Biosoy 2 warna bunga dan warna hipokotilnya ungu. Potensi hasil Biosoy 1 (3,3 ton/ha) lebih tinggi dari Anjasmoro (2,25 ton/ha) dan lebih rendah dari Grobogan (3,44 ton/ha), sedangkan Biosoy 2 potensi hasil (3,5 ton/ha) lebih tinggi dari Anjasmoro dan Grobagan.  Dengan keunggulan yang tampak pada varietas Biosoy, ukuran biji yang besar mirip kedelai impor serta potensi hasil yang tinggi, diharapkan Biosoy berkembang di petani termasuk pengrajin tahu tempe serta berdampak pada peningkatan produksi kedelai menuju swasembada kedelai tahun 2020 (Sari Nurita).

Sumber :

Anonim, 2018. Biosoy 1 dan 2, varietas baru Kedelai Berbiji Besar. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180702125935-199-310777/biosoy-1-dan-2-varietas-baru-kedelai-berbiji-besar

Anonim, 2018. Kementan Lepas Kedelai berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2. http://www.sainsindonesia.co.id/index.php/en/kabar-terkini/3451-kementan-lepas-kedelai-berbiji-besar-biosoy1-dan-biosoy2

Alam, S., 2018. Bisoy VS Anjasmoro Grobogan. http://bbppmbtph. tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front/uploads/document/Bahan%20Web%202%20Biosoy%20pak%20syakhril.pdf

Asadi., 2018. Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2. http://biogen.litbang.pertanian.go.id/2018/07/ balitbangtan-lepas-kedelai-hasil-tinggi-berbiji-besar-biosoy-1-dan-biosoy-2

Comments powered by CComment