JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kalbar Panen Teknologi Turiman Jagole Super

Jum’at, 15 Februari 2019 dilaksanakan panen kegiatan Tumpangsari Tanaman Jagung-Padi Gogo-Kedelai (TURIMAN JAGOLE SUPER) dengan cara tanam padat. Pola tanam TURIMAN diharapkan bisa menjadi alternatif teknologi untuk meningkatkan produksi tanaman khusus komoditas strategis nasional Pajale. Pada saat panen TURIMAN dihadiri oleh Kepala BPTP Kalbar (Dr. Akhmad Musyafak, SP, MP), Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar (Heronimus Hero, SP, MSi), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan Kab. Sanggau (Ir. Jhon Hendri, MSi), Kepala BPS Kab. Sanggau (Alfius) dan Kepala Karantina Cabang Entikong (Yogki Wahyu Setiawan).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Prov. Kalbar menyampaikan bahwa pola tanam TURIMAN ini sejalan dengan program Dinas guna meningkatan produksi melalui intensifikasi tanaman, selain itu juga dengan pola tanam TURIMAN masyarakat dalam pemanfaatan lahan kering secara menetap, yang saat ini sering dilakukan dengan berpindah. Ditambahkannya, bahwa jika ada kelompok tani yang ingin mengembangkan pola tanam TURIMAN Dinas Propinsi siap memfasilitasi.

 Kepala BPTP Kalbar menyampaikan bahwa kegiatan uji coba teknologi TURIMAN ini didasarkan pada permasalahan lahan dan produksi, karena pada lahan yang sama terjadi kompotisi dalam peningkatan produksi tanaman, sehingga salah satu komoditas ditingkatkan komoditas yang lain akan berkurang, dengan pola tanam TURIMAN ini dapat dipanen lebih dari satu komoditas tanaman. Keuntungan dalam menerapkan teknologi TURIMAN ini petani lebih hemat dalam biaya usahatani terutama tenaga kerja dan biaya saprodi. Selain itu berdasarkan hasil pengamatan kita dilapangan dengan pola tanam TURIMAN ini tingkat serangan OPT agak berkurang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa ada 3 pola tanam TURIMAN yang dilakukan yaitu Tumpangsari Jagung-Padi Gogo (TURIMAN JAGO), Tumpangsari Jagung-Kedelai (TURIMAN JALE) dan Tumpangsari Padi Gogo-Kedelai (TURIMAN GOLE). Kepala Desa Kenaman (Alosyius) meyambut baik kegiatan ini dilaksanakan diwilayahnya agar petani disekitar dapat meniru teknologi secara langsung. Permasalahan yang dihadapi petani terkait pemasaran hasil produksi pertanian, namun dalam diskusi disampaiakn bahwa untuk komoditas jagung pasar utama ada di Singkawan karena pengembangan ternak banyak disana. Sedangkan untuk komoditas kedelai bias menjajaki produsen tahu dan tempe disekitar lokasi kegiatan, karena umumnya kebutuhan kedelai masih didatangkan dari luar.

Comments powered by CComment