JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Panen Padi Sawah Wilayah Perbatasan di Desa Pengadang, Kabupaten Sanggau

Rabu, 8 Agustus 2018 dilaksanakan panen padi sawah pada Musim Tanam Kemarau yang dilaksanakan di Desa Pengadang, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau. Melalui kegiatan Model Lumbung Pangan di Wilayah Perbatasan merupakan salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman pangan di wilayah perbatasan. Panen tersebut dihadiri oleh Camat Sekayam, Danramil Sekayam, BPTP Kalbar, BP3K Sekayam, KCD Sekayam, Kepala Desa dan Sekdes Pengadang, Para PPL Kecamatan Sekayam, serta pengurus dan anggota kelompok tani.

Inovasi teknologi yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu penggunaan varietas unggul baru Inpari 24 dan Inpari 32, uji coba tanam menggunakan alsintan. Persemaian dilakukan dengan menggunakan dapok dan tanam menggunakan tranplanter dan dengan tanam jajar legowo 4:1 (20x15cm), pemupukan berdasarkan hasil Perangkat Uji Tanah sawah (PUTS), pengendalian hama penyakit dengan konsep PHT. Berdasarkan hasil ubinan tertinggi varietas Inpari 24 sebesar 6,2 ton/ha dan Inpari 32 sebesar 5,0 ton/ha. Produksi ini cukup baik jika dibandingkan musim gadu tahun sebelumnya. Kendala yang dihadapi petani pada musim tanam gadu ini, tingginya serangan hama, hal ini disebabkan luas lahan yang digarap tidak terlalu luas hanya sekitar 15 ha.

Pada saat pertemuan Camat Sekayam yang diwakili oleh Kasi Ekbang (Salimin) menyampaikan bahwa lahan sawah di Rintau terdiri dari 2 desa yaitu Desa Bungkang dan Desa Pengadang, namun lahan sawah yang paling luas dimiliki Desa Pengadang sekitar 200 ha, sedangkan desa Bungkang seluas 100 ha. Oleh sebab itu jika lahan tersebut dimanfaatkan secara maksimal maka daerah ini dapat dijadikan sentral tanaman padi di Kabupaten Sanggau, Danramil Sekayam (Arman) mengharapkan kepada para petani agar dapat mengelola lahan sawah ini semaksimal mungin, sehingga dapat mengurangi pembukaan lahan melalui ladang berpindah yang dapat menimbulkan titik spot api yang setiap tahun menjadi permasalahan. Peneliti BPTP Kalbar (Sution, SP, MP) menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas tanaman padi dapat dilakukan dengan penerapan inovasi teknologi budidaya dengan tepat dengan diikuti kekompakan petani dalam mengelola lahannya. Kades pengadang (Yusnidianto, Amd) mengharapakan pada para kelompok tani untuk mengusulkan sarana infastrukur pertanian yang diperlukan pada saat musrembang desa, dengan harapan terjadi peningkatan produksi tanaman. Harapan petani agar kegiatan seperti ini sering dilakukan sebagai sarana memperoleh informasi dan sebagai sarana diskusi bagi petani dan petugas lapangan.