JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
iden

Identifikasi Sumber Daya Air Berdampak Pada Peningkatan Indeks Pertanaman

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang mempunyai potensi untuk pengembangan tanaman pangan, karena mempunyai luas wilayah yang sangat luas yaitu 146.807 km2 atau 1,13 kali pulau jawa, dan sebagian besar merupakan dataran tinggi. Tanaman padi merupakan komoditas utama yang ditanam oleh masyarakat petani di Kalimantan Barat, namun produktivitasnya masih rendah 2,8 ton/ha. Umumnya lahan sawah di Kalimantan Barat merupakan lahan sawah tadah hujan dan lahan sawah pasang surut. Lahan sawah tadah hujan banyak terdapat pada daerah dataran tinggi sedangkan sawah pasang surut terdapat pada daerah pantai.

Di Kalimantan Barat produktivitas penggunaan lahan masih rendah, berdasarkan Indeks Pertanaman baru rata-rata 130. Rendahnya indeks pertanaman padi sawah di Kalimantan Barat karena umumnya terkendala pada sarana irigasi. Berdasarkan hasil survey identifikasi sumber daya air di daerah sentral tanaman padi Kalimantan Barat yaitu Kabupaten Landak, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Kubu Raya, Mempawah, Sekadau dan Singkawang. Bahwa umumnya indeks pertanaman masih rendah antara 100 – 200. Rendahnya indeks pertanaman padi, hasil wawancara dengan petani dan para petugas lapang bahwa kendala utama ketersediaan air, jika sarana infastruktur irigasi tersedia dengan baik maka indeks pertanaman padi akan dapat ditingkatkan IP 200 – 250 bahkan bias IP 300.

Berdasarkan hasil survey identifikasi sumber daya air yang dilakukan sampai dengan bulan Mei 2018 dengan luas capaian sebesar 11.079 ha. Umumnya sarana irigasi yang diperlukan oleh petani berupa berupa dam parit sebanyak 90 unit, perbaikan saluran irigasi sebanyak 64 unit, long storage 14 unit, embung dan pompanisasi masing-masing 1 unit. Sarana irigasi ini sangat diperlukan oleh masyarakat petani terutama dalam peningkatan indeks pertanaman dan peningkatan produksi tanaman, karena air merupakan faktor utama dalam keberhasilan usahatani padi sawah. Hasil pengamatan dilapangan bahwa motivasi petani cukup tinggi karena dibeberapa lokasi petani berusaha untuk membuat sarana irigasi secara manual dengan cara membendung sungai atau parit menggunakan kayu, tanah dan batu, agar air tersebut masuk pada lokasi sawah petani, namun bendungan tersebut tidak bertahan lama, karena apabila curah hujan tinggi mudah jebol oleh air, sehingga harapan petani dengan identifikasi sumber daya iar ini semoga terealisasi dengan baik.